Jalan Lingkar Terpaksa Dialihkan

 271 total views,  2 views today

PAGARALAM KS-Disebabkan melewati kawasan hutan lindung Bukit Jambul Gunung Patah di kawasan Bukit Beranting, rencana pembangunan jalan lingkar sepanjang 20 kilo meter di Kota Pagaralam terpaksa dialihkan.

Akses jalan sepanjang 20 km ini rencananya menghubungkan Dusun Tanjung Taring, Kelurahan Burung Dinang dengan Dusun Kerinjing, Agung Lawangan diharapkan bermanfaat bagi masyarakat terutama yang ingin mengangkut hasil bumi.

Hj Ida Fitriati Wali Kota Pagaralam menyebutkan, rencana pembangunan jalan lingkar ini untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat harus terus dilaksanakan dan menjadi prioritas pemerintah Kota Pagaralam.

“Pembangunan akses jalan ini harus dipikirkan. Jangan sampai mengganggu ekosistem dan menyentuh hutan lindung,” cetus Ida.

Sambung Ida, dibutuhkan rute baru untuk mengubungkan tiga kecamatan yakni Dempo Utara, Dempo Tengah, dan Dempo Selatan yaitu jalur Gunung Agung Lama – Tanjung Taring sejauh 17 kilometer dan Tanjung Taring – Tebat Benawa sepanjang 15 kilometer.

Imam Pasli, Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Pagaralam melalui Kabid Inventarisasi Kawasan Hutan, Topanzar Napoleon menyampaikan, usai dilakukan survei awal rencana pembangunan akses jalan melingkar, ternyata aksesnya masuk ke dalam hutan lindung.

“Dari hasil survei, rute aksesnya melewati hutan lindung Bukit Jambul Patah sepanjang 2,5 kilometer dari batas bawah hutan lindung. Izin menteri kehutanan mutlak diperlukan jika memang terpaksa dibangun,” ungkap Topanzar.

Sementara itu, Jefri, Ketua LSM Jaring yang selama ini konsen terhadap isu-isu lingkungan mengatakan bahwa pembangunan akses jalan awalnya niatnya bagus untuk memperpendek rentang jarak antar warga. Namun, jika dipaksakan justru tidak bernilai ekonomis dan praktis. Karena ada ekosistem yang terkorbankan.

Terpisah, Dandim 0405 Lahat Letkol Inf Tri Haksoro membenarkan bahwa rencana awal pembangunan tersebut melewati hutan lindung. “Kita sudah pikirkan rencana pengalihan rute baru melalui TNI Membangun Masuk Desa,” ujarnya seraya berkata sejauh ini masih tahap proses persiapan dan perintisan ke lapangan maupun melakukan pendekatan kepada masyarakat terkait pembangunan rute baru tersebut.

TEKS:ANTONI STEFEN

EDITOR:RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster