Di PHK Hanya Karena Mobil Mogok

 1,666 total views,  2 views today

Ilustrasi PHK

Ilustrasi PHK

*Mantan Karyawan PT AMU Mempertanyakan

MUARAENIM, KS-Pemutusan hubungan kerja (PHK) yang dilakukan PT Aiti Mitra Utama (AMU), salah satu sub kontraktor PT PAMA Persada Nusantara, Tanjung Enim, Kabupaten Muaraenim, dipersoalkan.

Pasalnya,  PHK yang dilakukan PT AMU tersebut diduga dilakukan idak prosedural. Selain itu, karyawan yang di PHK umumnya adalah karyawan yang berasal dari masyarakat sekitar perusahaan.

Herli (26), salah satu karyawan PT AMU yang di PHK mengaku ia di berhentikan secara sepihak oleh  pihak perusahaan, tanpa alasan yang jelas. “Saya di PHK, hanya karena mobil yang saya bawa mogok di jalan. Setelah kejadian itu, saya dipanggil oleh manajemen, untuk menandatangani surat PHK,” kata Herli ketika dibincangi, Senin (2/12).

Kalau pun itu adalah kesalahan menurut Herli, harusnya sesuai dengan prosedur ia harus mendapatkan surat peringatan (SP) lebih dahulu. Namun SP tersebut menurutnya, tidak pernah ia terima. Justru dengan kesalahan tersebut, ia langsung di PHK.  “Bukan hanya saya yang di PHK, rekan saya yang juga sama-sama mobil tersebut juga diberhentikan, tanpa dimintai keterangan sedikit pun,” akunya.

“Sebagai mantan karyawan PT AMU, kami menuntut keadilan dan meminta penjelasan dari perusahaan. Karena kesalahan yang saya lakukan itu, juga sering dilakukan oleh karyawan lain yang mengoperasikan mobil dump truk milik PT AMU. Namun mereka, saya langsung diberhentikan,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan salah seorang mantan karyawan PT AMU lainnya, yang tidak mau disebutkan namanya. Ia mengaku, tidak bisa menerima diberhentikan dari pekerjaanya begitu saja tanpa ada alasan yang jelas.

“Saya tidak tahu, apa kesalahan saya. Tiba-tiba saya diberhentikan. Kalau pun alasannya, karena perusahaan lagi mengalami penurunan,  bukan berarti seenaknya memberhentikan karyawan. Padahal saya sudah menjalankan tugas dengan baik,” ucapnya.

Forum Ikatan Pemuda-Pemudi Desa Tanjung Raja, juga tidak bisa menerima diberhentikannya dua karyawan PT AMU tersebut.  PT AMU menurut humas forum tersebut,  ditudingnya tidak peduli dengan tenaga kerja dari lingkungan sekitar perusahaan. “Padahal, mereka mengeksplorasi batubara di tanah milik nenek moyang kami,” ujarnya.

“Warga kita hanya satu orang, yang bekerja di PT AMU sebagai sopir. Entah mengapa, hanya bekerja selama enam bulan, sudah diberhentikan oleh manajemen perusahaan. Padahal, kita sangat berharap agar perwakilan dari desa kami,  dapat terus bekerja disana. Karena tambang batubara yang mereka kelola merupakan milik nenek moyang kami,” ungkapnya.

Sementara itu, perwakilan manajemen PT AMU, Haryadi ketika di konfirmasi, membenarkan adanya PHK terhadap karyawan. Itu menurutnya dilakukan karena, kondisi perusahaan yang mengalami penurunan.    “Kita sekarang sudah meng istirahatkan karyawan, sebanyak 46 orang. Cara ini, kita lakukan untuk menyelamatkan perusahaan, “ tukasnya.

TEKS              : SISWANTO

EDITOR         : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster