Bahasa Daerah Sumsel Terancam Punah

 1,150 total views,  2 views today

sosialisasi penelitian bahasa daerah di aula Parameswara Kantor Wali Kota Palembang, Senin (2/12).

sosialisasi penelitian bahasa daerah di aula Parameswara Kantor Wali Kota Palembang, Senin (2/12).

PALEMBANG KS-Sumatera Selatan kaya akan budaya, termasuk bahasa yang telah digunakan secara turun temurun. Namun bahasa seperti bahasa Kayuagung, Komering, Ogan, Pedamaran terancam punah kalau tidak dikembangkan dan dilestarikan oleh generasi muda sebagai penerus. Demikian dikatakan Wali Kota Palembang melalui, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Palembang, Aprilia Sari, S.Sos disela acara sosialisasi penelitian bahasa daerah di aula Parameswara Kantor Wali Kota Palembang, Senin (2/12).

Menurutnya, anak-anak muda sekarang lebih menyukai bahasa-bahasa dari luar negeri, bahasa gaul yang ditayangkan oleh media televisi. Oleh karena itulah, Pemerintah Kota Palembang menyambut baik sosialisasi ini agar bahasa-bahasa daerah Sumsel tetap terjaga kelestariannya.

Kepala Balai Bahasa Sumsel, Aminulatif menerangkan, Balai Bahasa Provinsi Sumsel telah mengadakan kegiatan penelitian kekerabatan kebahasaan, juga pemetaan bahasa yang ada di wilayah Sumsel, seperti Musi Rawas, OKU induk, OKU Timur, OKU Selatan, Prabumulih, OKI, OI sejak tahun 2008 bekerja sama dengan beberapa peneliti dari tujuh universitas yang ada di Kota Palembang.

Dari hasil penelitian tersebut, lanjutnya diperoleh dari 208 daerah pengamatan ada 80 bahasa pengakuan, dan 2 kelompok bahasa besar, yakni bahasa Melayu dan bahasa Komering, serta 3 bahasa datangan, seperti bahasa Jawa, Bali, dan Bugis.

“Ada tujuh tahapan penelitian yang akan dilakukan, sehingga nantinya, sampai satu titik pohon kekerabatan tumbuh sampai dengan tahun 2015,” ujarnya.

Ditambahkannya, selain pemetaan bahasa kegiatan penelitian tersebut juga menghasilkan pemetaan budaya. “Seperti di OKU Timur budaya menggunakan berbagai bahasa daerah telah dilakukan oleh pemerintah setempat, setiap tanggal 5 menggunakan bahasa Komering, tanggal 15 bahasa Jawa, dan tanggal 25 bahasa-bahasa daerah yang ada di sana” urainya.

TEKS : DARWIN EFFENDI

EDITOR : ROMI MARADONA

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster