5.046 Pemilih di Sumsel Dicoret

 305 total views,  2 views today

Ilustrasi DPT

Ilustrasi DPT

*DPT Menjadi 5.777.130 Pemilih

PALEMBANG, KS-Mata pilih di Sumatera Selatan (Sumsel) pada Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) 2014 mendatang, dipastikan berkurang. Pengurangan tersebut terjadi karena Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumsel, Senin (2/12) mencoret sebanyak 5.046 pemilih yang terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) Sumsel.

Keputusan tersebut diambil, dalam rapat pleno KPU Sumsel, kemarin. Ketua KPU Sumsel,  Aspahani yang dibincangi usai rapat pleno tersebut mengatakan, pencoretan tersebut dilakukan setelah KPU Sumsel melalui KPU di kabupaten dan kota menyisir kembali data pemilih yang terdaftar di DPT.

“Hasilnya, ada 5.046  pemilih yang dicoret, dari DPT sebelumnya sebanyak 5.777.130. Sehingga jumlah mata pilih Sumsel, yang terdaftar dalam DPT menjadi 5.777.130 pemilih,” terang  Aspahani.

Ia menjelaskan, 5.777.130 pemilih tersebut tersebar di 17.906 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di kabupaten dan kota di Sumsel. Rinciannya, di Palembang sebanyak 1.124.871 pemilih, Ogan Ilir (OI) 298.628  pemilih, OKI 540.835 mata pilih, OKU 249.549 mata pilih, OKU Timur 475.797 mata pilih.

Kemudian, OKU Selatan 254.572  mata pilih,  Banyuasin 579.130 pemilih, Musi Banyuasin (Muba) 447.440 mata pilih, Musi Rawas (Mura) 423.286 mata pilih, Lubuk Linggau 150.404 mata pilih, Prabumulih 128.303 mata pilih. “ Sementara di  Muara Enim 533.089 mata pilih, Lahat 259.427 pemilih, Pagar Alam 101.296 pemilih, dan Empat Lawang sebanyak 180.503 pemilih,” bebernya.

Menurutnya, adanya penyusutan tersebut faktornya penyebaran DPT Invalid, dan dihapus karena memang perubahan pemilih yang diantaranya sudah tidak berdomisili di Sumsel, meninggal dunia, ataupun yang berubah status karena menjadi polisi atau tentara.

Sementara terkait permasalahan adanya sekitar 800 ribu pemilih yang Invalid di Sumsel, Aspahani menyatakan hingga sekarang sudah hampir selesai dan tinggal menyisahkan sekitar 239 ribu lagi pemilih yang bermasalah dengan NIK.

“Permasalahan yang belum lengkap itu akan dikejar dan diperjelas lagi hingga pencoblosan mendatang, tapi kami berusaha pada akhir Desember masalah tersebut sudah selesai,”ucapnya.

Ia mengatakan, untuk DPT pemilu legislatif ini pihaknya tetap berpijak pada penetapan 2 November 2013, dan sudah ditetapkan ditingkat nasional, sementara perbaikan ini hanya lebih di fokuskan untuk penyempurnaan DPT sebelumnya.

“Intinya angkanya itu sudah mantap dan telah ditetapkan, sementara yang belum jelas NIK kependudukannya jangan khawatir, karena mereka masih tetap memiliki hak pilih dan telah terdaftar di DPT, hanya saja tidak lengkap dalam hal administrasi,”tutur Aspahani.

Ditambahkan Aspahani, dari hasil penyisiran yang dilakukan petugas PPS dan PPK mengenai Nik invalid diakuinya sudah sangat signifikan, meskipun dalam laporannya baru Kabupaten Ogan Ilir (OI) yang tidak memiliki masalah dalam NIK invalid.

Sementara Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumsel, Kurniawan mengatakan, hasil analisa pengawasan pihaknya terhadap DPT data pleno KPU pada 2 Desember, masih terdapat 200 ribuan pemilih yang NIK nya bermasalah.

“Kita merekomendasikan KPU Sumsel untuk terus melakukan perbaikan terus, karena amanat Undang-Undang (UU) Nomor 8 tahun 2012,  syarat administrasi menggunakan hak pilih adalah warga wajib memiliki NIK,”tandasnya.

TEKS              : DICKY WAHYUDI

EDITOR         : IMRON SUPRIYADI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster