Ternak Liar Kena Denda Rp 20 Juta

 1,521 total views,  10 views today

Hewan ternak Sapi berkeliaran di jalan umum tepatnya di Desa Tanjung Pering, Inderalaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir.

Hewan ternak Sapi berkeliaran di jalan umum tepatnya di Desa Tanjung Pering, Inderalaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir.

INDERALAYA KS-Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir (OI) siap menindak tegas dan memberikan denda kepada peternak yang sengaja membiarkan hewan ternaknya seperti sapi, kambing, dan kerbau yang berkeliaran di jalan umum.

Tidak tanggung-tanggung, Pemkab akan memberikan sanksi tegas berupa tiga (3) bulan kurungan atau denda sebesar Rp 20 juta sesuai dengan Peraturan Daerah (Perd), hewan  berkaki empat No 33 Tahun 2005.

Kasat Pol PP Pemkab OI, Refli, Ahad (1/12), mengatakan, sebelum dijatuhkan denda dan kurungan, pihaknya saat ini tengah melakukan sosialisasi perda hewan  berkaki empat No 33 Tahun 2005 di 16 kecamatan dalam wilayah OI.

Isinya, Kepala Pemilik Ternak Sapi, kebau dan kambing, berdasarkan  Perda No 33 Tahun 2005 tentang pemeliharaan hewan berkaki empat, dilarang  melepaskan hewannya berkeliaran dijalan umum, perkantoran dan atau tempat umum, diancam pidana kurungan 3 bulan atau denda sebanyak banyaknya Rp 20 juta,’’ tuturnya.

Kata Refli, sebelum dilakukan sosialisasi ini, pihaknya sudah menyampaikan surat pemberitahuan kepada masing-masing pemilik hewan ternak, untuk mengandangkan peliharaannya baik sapi, kerbau maupun kambing untuk tidak diliarkan seperti yang selama ini terjadi.

“Setelah diberitahukan melalui pemberitahuan secara tertulis , dan sosialisasi perda hewan, maka akan dilanjutkan pemanggilan kepada pemilik hewan ternak. Ini agar mereka mengerti dan paham terhadap Perda yang akan kita terapkan,’’ sambung Refli.

Jika tiga langkah tersebut tetap diabaikan, lanjut Refli, pihaknya akan memebrikan sanksi tegas berupa kurungan selama tiga bulan atau denda Rp 20 juta. ”Kita tidak akan segan-segan memberikan sanksi tegas kepada pemilik ternak yang nakal,’’ tegas Refli.

Diakui Refli, Perda hewan tersebut memang sudah lama, dan tidak berjalan, karena untuk menerapkannya masih mengalami kesulitan di lapangan. Contohnya, mengandangkan hewan ternak yang ditangkap, tentu harus ada tempat untuk kandangnya.

“Sekarang kita melakukan kerjasama dengan dinas peternakan, jadi bila nantinya kita sudah mulai menerapkan perda tersebut, maka ada tempat untuk mengkandangkan hewan ternak yang diliarkan,’’ ucapnya.

Teks : Junaedi Abdillah

Editor:Rinaldi Syahril





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster