Stop Program Kondomnisasi

13 total views, 3 views today

kondom

Ilustrasi Kondom

PALEMBANG, KS-Rencana Kementrian Kesehatan (Kemenkes), akan membagi-bagikan kondom pada 1-7 Desember dalam Pekan Kondom Nasional (PKN), mendapatkan kritik dari Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Sumatera Selatan (Sumsel).

Ratusan kader HTI, yang di dominasi kaum hawa, kemarin melakuan aksi menolak rencana tersebut.  Pantauan Kabar Sumatera, sejumlah kader HTI membentangkan spanduk dan berbagai atribut lainnya yang isinya kecamaman dan penolakan terhadap bagi-bagi kondom, yang dilakukan Kemenkes tersebut. Selain itu, mereka juga melakukan aksi teatrikal.

Ketua Muslimah HTI Sumsel, Qisty Yetty  Handayani menyebut, aksi mereka tersebut adalah bagian peringatan Hari HIV/AIDS se dunia yang diperingati setiap tanggal 1 Desember.  Menurutnya, pemerintah harus bertanggung jawab untuk menekan jumlah penderita HIV/AIDS di Indonesia.

Qisty juga mendesak, pemerintah menghentikan bagi-bagi kondom yang dilakukan Kemenkes dan Komisi Perlindungan HIV/AIDS Nasional (KPAN) dalam PKN. “Kami menentang kondominasi tersebut. Itu bukan cara menekan HIV/AIDS, tetapi justru menyuburkan seks bebas. Itu sama saja membenarkan terjadinya seks bebas,” kritik Qisty.

Menurutnya, seks bebas justru menjadi salah satu faktor meningkatnya jumlah penderita HIV/AIDS di Indonesia. Seks bebas di kalangan remaja saat ini sebut Qisty, sudah sangat memprihatinkan.

“Hasil survey Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) pada 2010, menunjukkan 32 persen remaja sudah pernah melakukan hubungan seks sebelum menikah. Sementara data Kemenkes pada triwulan II 2011, menunjukkan kasus AIDS di Indonesia sebanyak 26.483 kasus. Dari kasus itu, 36,4 persennya di kelompok umur  20–29 tahun, dan 34,5 persen pada kelompok umur 30-39 tahun,” bebernya.

Fakta ini sebutnya, menunjukkan kalau prilaku seks bebas di kalangan remaja kian memprihatinkan. “Program kondomnisasi yang dilakukan pemerintah, sama saja  menyuburkan seks bebas,” tegasnya.

Harusnya sambung dia, seks bebas menjadi musuh bersama dan harus diperangi. Itu tegasnya, salah satu cara untuk menekan kasus HIV/AIDS di Indonesia yang terus meningkat, setiap tahunnya.

Sementara itu, KPA Palembang, menyebut, Palembang melakukan sosialisasi di kawasan Kambang Iwak (KI), dalam peringatan Hari HIV/AIDS se dunia. Sosialisasi tersebut, dilakukan dengan cara membagi-bagikan brosur dan lainnya. “Sosialisasi lebih kita tekankan kepada kepada masyarakat yang berisiko, baik rendah maupun sedang, “ ungkap Ketua KPA Kota Palembang, Zailani UD, kemarin.

Kelompok ini menurutnya, adalah kalangan pemuda dengan usia antara 19-34. Mereka sebut Zailani, rentan terjebak dalam pergaulan bebas.  “Kelompok ini, paling rentan terkena HIV/AIDS,” tukasnya.

TEKS              : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR         : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com