Spesialis Curanmor Lintas Provinsi Dibekuk

 289 total views,  2 views today

ilustrasi-borgol

PAGARALAM KS-Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Kota  Pagaralam  berhasil mengamankan  enam begundal spesialis pencuri kendaraan bermotor (curanmor) Lintas Provinsi Sumatera Selatan dan Bengkulu.

Keenam pelaku kerap meresahkan dan sering beroperasi menggasak kendaraan bermotor di wilayah hukum Polres Pagaralam hingga Provinsi Bengkulu ini dibekuk anggota Polres Kota Pagaralam, di Dusun Tinggi Hari, kecamatan Pagaralam Selatan, Ahad dini hari (1/12), sekitar pukul 00.30 WIB.

Keenam pelaku diantaranya Dedi (36) warga Tinggi Hari, Kelurahan Tumbak Ulas, Kecamatan Pagaralam Selatan,  Rustam (30), warga Perumnas Nendagung, Kecamatan Pagaralam Selatan, Slamet (50) warga Simpang Bacang, Kelurahan Karang Dalo, Kecamatan Dempo Tengah. Kemudian Ludi (22) dan Gun (20), warga Desa Kota Raya dan warga Desa Setupe, Kecamatan Fajar Bulan, Kabupaten Lahat, Boan (48) warga Pendopo, Kabupaten Empat Lawang.

Kapolres Kota Pagaralam, AKBP Saut P Sinaga SIK melalui Kasat Reskrim Indarmawan SH didampingi Kanit Pidum Ipda Indra Gunawan mengatakan, setelah melakukan pengintaian dan penyelidikan selama tiga hari, akhirnya petugas melakukan pengerbekan disalah satu rumah kontrakan pelaku Boan yang diduga sebagai otak komplotan ini di Dusun Tinggi Hari, Kecamatan Pagaralam Selatan.

“Diduga mereka sedang merencanakan aksi di wilayah hukum Polres Pagaralam. Di lokasi yang merupakan rumah kontrakan tersangka Boan yang diduga sebagai otak komplotan ini,  petugas menangkap tiga tersangka yakni Rustam, Ludi dan Gun. Sedangkan tersangka Boan saat itu kebetulan sedang berada di luar rumah dan mengetahui tempatnya dikepung ia mencoba melarikan diri dengan memakai ojek,” jelas Indarmawan.

Lanjutnya, ketiga tersangka kemudian dibawa ke Polsek Pagaralam Utara malam itu juga, sedangkan tersangka Boan berhasil ditangkap pertugas tak lama kemudian di jalan ke arah Kabupaten Empat Lawang. Selain itu, ditangkap juga Dedi, yang tinggal tidak jauh dari lokasi penangkapan pertama.

“Saat dilakukan pengembangan pemeriksaan secara intensif, keempat tersangka akhirnya mengaku telah melakukan pencurian sepeda motor di beberapa lokasi di Pagaralam, Lahat, dan Empat Lawang bahkan di Provinsi Bengkulu. Sementara tersangka Boan justru menjadi Target Operasi (TO) Polresta Bengkulu, dan pihak Polres Pagaralam sudah berkoordinasi dengan mereka,” tambahnya.

Ungkap Indarmawan, sebetulnya komplotan ini sudah lama menjadi TO pihak kepolisian. Selain spesialis pencurian motor dengan menggunakan kunci liter T, mereka juga beroperasi dengan membongkar rumah dengan sasaran motor yang ada di rumah maupun barang-barang lainnya.

“Bahkan tersangka Boan, yang diduga pemimpin mereka ini pernah melakukan pencurian di wilayah Provinsi Bengkulu. Saat ini tersangka Boan sudah kita serahkan dan dijemput anggota Polresta Bengkulu,” terang Indarmawan.

Kendati demikian, sambung Ipda Indra Gunawan, pihaknya akan mengembangkan lagi kasus ini guna mengungkap anggota sindikat lainnya yang disinyalir masih merajalela di wilayah hukum Polres Pagaralam.

“Saat ini kita tengah mengembangkan  kasus curanmor termasuk penadahnya yang sudah meresahkan masyarakat,” ujarnya.

Terpisah, tersangka Ludi dan Gun saat memberikan keterangan di hadapan penyidik mengaku telah mencuri beberapa sepeda motor Honda Supra X 125 dan  Motor Mio di Nendagung.  Sedangkan tersangka Rustam mengakui pula telah membobol rumah dan mengambil sepeda motor Honda Beat dan  televisi di Talang Jawa dan Perumnas Nendagung, Kecamatan Pagaralam Selatan.

“Saya juga melakukan pencurian kadang-kadang bersama Ludi dan Gun,” aku Rustam seraya mengatakan ia telah menjual motor hasil curian tersebut untuk memenuhi kebutuhan anak istrinya dengan mendapat bagian Rp 1 juta setiap penjualan.

Sedangkan pelaku Slamet, yang ditangkap dipekarangan rumahnya di Simpang Bacang, Kecamatan dempi Tengah inu berperan sebagai informan dan menunjukkan calon korbannya. Slamet yang kesehariannya sebagai buruh bangunan ini mengaku pernah menggambarkan situasi sasaran kepada Rustam.

“Saya hanya mengenal Rustam, yang lainnya tidak kenal,” akunya.

Sementara tersangka Dedi, diduga sebagai penadah motor hasil curian tersebut terpaksa ikut diciduk. “Sungguh Pak, saya tidak tahu kalau itu motor hasil curian,” kilahnya.

TEKS:ANTONI STEFEN

EDITOR:RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster