PNS Diancam di Bunuh

 262 total views,  2 views today

Ilustrasi

Ilustrasi

PALEMBANG, KS – Setelah sepeda motornya dicuri oleh kawanan pencuri, Armin Hidayat (33), seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS), yang sudah menjadi korban pencurian, malah menerima Short Message Service (SMS), berisi pengancaman pembunuhan dari pencuri tersebut, Kamis (28/11).

Warga Jalan Bambang Utoyo, Asrama Polisi (Aspol), Bengkel Pendawa, Kelurahan 2 Ilir, Kecamatan Ilir Timur II  itu menduga, pengancam adalah pelaku yang telah mencuri motor Yamaha Mio miliknya, Rabu (27/11) dini hari.

“Pelaku tidak hanya mencuri motor saya, namun Blackberry saya juga ikut dicuri. Pasalnya, Blackberry saya tersimpan di boks motor,” kata Armin, yang dijumpai dirumahnya, Minggu (1/12).

Dijelaskan Armin, SMS pengancaman pembunuhan bermula saat Armin mengirim SMS Blackberry miliknya yang ikut dicuri pelaku ranmor beberapa saat usai motornya dicuri.

Isi SMS, Armin bersedia memberikan sejumlah uang kepada pelaku jika pelaku mau mengembalikan motornya. Namun, si pelaku malah membalas SMS yang berisikan ancaman pembunuhan.

“Dia mengancam saya untuk tidak lapor polisi. Dia juga mengancam akan menembak kepala saya jika saya lapor polisi,” kata Armin.

Tak hanya itu, lanjut Armin, pelaku juga mengancam akan membunuh dua anak Armin. Pelaku juga mengancam akan meniduri istri Armin jika Armin melapor ke pihak kepolisian.

Akibatnya, Armin dan keluarga syok dan was-was dengan SMS yang diduga dikirimkan pelaku pencuri motornya.

“Terakhir, saya SMS ke Blackberry saya Sabtu (30/11). Namun, hingga saat ini, belum ada balasannya. Hingga saat ini, nomor ponsel di Blackberry yang dicuri masih aktif,” kata PNS Polda ini.

Takut terjadi apa-apa dengan diri dan keluarganya, Armin berencana melaporkan pengancaman yang ia terima ke SPKT Polda Sumsel, Senin (2/11). Alasan ia tidak melapor karena dirinya masih harus mempersiapkan beberapa bukti. “Saya sudah ikhlas dengan motor saya yang hilang. Namun, saya benar-benar tidak terima dan tidak tenang dengan SMS pengancaman yang saya terima,” kata Armin.

Terkait hilangnya motor, Armin mengatakan, kejadian bermula saat motor diparkir di teras rumahnya. Biasanya, motor diparkirkan di dapur rumah. Namun, karena dapur sedang direnovasi dan ruangan lain tidak cukup luas untuk memarkirkan motor, Armin terpaksa memarkirkan motor di teras rumah. Demi keamanan, ia mengunci pagar rumah dan stang motor tanpa menambahkan kunci gembok.

“Lingkungan kami aman dan jarang kejadian pencurian. Sebab itu, saya berani memarkirkan motor di teras,” kata Armin.

Kapolsekta IT II Palembang, Kompol Yoga Bagaskara, melalui Kanit Reskrim, Iptu Sabur, membenarkan adanya laporan pencurian motor atas nama Armin. Namun, pihaknya belum menerima laporan adanya SMS pengancaman pembunuhan dari yang bersangkutan.

“Baru laporan pencurian motor dan kita sudah olah TKP dan memintai keterangan saksi sebagai tindak lanjut dari laporan itu. Kalau laporan ancaman pembunuhan dari yang bersangkutan, belum kita terima,” kata Sabur.

Teks : Oscar Ryzal

Editor : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster