Aksi Keprihatinan Dokter Berakhir

 404 total views,  2 views today

dokter

Ilustrasi

MUARAENIM,  KS-Akhirnya aksi keprihatinan yang digelar oleh para dokter di Kabupaten Muaraenim resmi berakhir. Aksi yang dilakukan selama tiga hari terhitung 27-29 Nopember itu, sebagai bentuk kepedulian dan keprihatinan terhadap nasib dr Dewi Ayu Sasiary SpOG dan dr Hendry Simanjuntak, yang terjerat kasus mal praktek.

“Aksi yang kita lakukan selama tiga hari lalu, sebagai tanda solidaritas. Namun kita tidak mogok, dan pelayanan tetap seperti biasa,” tutur Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Muaraenim, dr Muhamad Yani Sp.M kepada koran ini.

Dalam aksi tersebut, kata dia, mereka hanya menggelar aksi keprihatinan dan kepedulian, dengan memasang spanduk dan mengikat pita hitam di tangan selama tiga hari. Menurut Yani, gerakan ini sebagai aksi solidaritas, dan himbauan kepada pihak terkait untuk tidak mudah memberikan keputusan atau hukuman kepada dokter yang berkenaan dengan profesinya.

Sebab dengan adanya tindakan tersebut, sedikit banyaknya akan membuat para dokter trauma dalam menangani pasien, meski telah dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP).  ” Kita sengaja pilih secara damai. Sebab jika dengan cara demo, tentu harus izin kepolisian,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Tata Usaha RSUD Dr HM Rabain Muaraenim, S. Oku mengatakan, memang ada aksi keprihatinan yang dilakukan oleh para dokter, selama tiga hari lalu. Namun dilakukan dengan cara damai yakni dengan hanya memasang spanduk dan menggunakan pita hitam yang diikat di tangan kanan.

“Aksi tersebut sudah berakhir, kita tidak melarang, namun hanya minta aksi tersebut tidak menelantarkan para pasien. Ternyata himbauan kita wakktu itu, didengar para dokter,” terang Oku.

TEKS              : SISWANTO

EDITOR         : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster