PKS Coba Pulihkan Nama Baik

 289 total views,  2 views today

pks*Gelar Pemira untuk Pilih Capres

PALEMBANG, KS-Kasus dugaan suap dalam impor daging sapi,  yang menjadikan mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sebagai salah satu tersangka, membuat partai berlambang bintang sabit kembar ini kredibilitasnya dari hasil sejumlah sur vey, terus merosot di mata masyarakat.

Berbagai upaya memulihkan nama baik, partai tersebut terus dilakukan oleh kader dan pengurus PKS. Salah satunya melalui pemilihan umum raya (Pemira), untuk memilih calon presiden (capres) yang bakal diusung oleh PKS di Pemilu Presiden (Pilpres) 2014 mendatang.

Di Sumatera Selatan (Sumsel) menurut Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS Sumsel, Imam Mansyur, Pemira tersebut digelar pada Sabtu (30/11) di DPW PKS Sumsel. Menurutnya ada sekitar 12 ribu kader partai tersebut, yang akan memberikan hak suaranya.

Imam tak menolak jika dikatakan Pemira  yang akan memilih lima besar dari 22 bakal capres yang ada untuk diusung PKS di 2014 tersebut, sebagai salah satu upaya PKS untuk memulihkan  (recoveri) kredibilitas partai ini, pasca kasus yang menimpa mantan Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaq (LHI).

“Saya tak menolak, jika pemira ini disebut sebagai sebagai salah satu upaya recoveri, demi meningkatkan elektabilitas partai kami menjelang pemilu, nanti,” kata Imam yang dibincangi di DPW PKS Sumsel, Jumat (29/11).

Ia menyebut, kasus yang menimpa LHI tersebut memang berimbas pada kredibilitas PKS di Indonesia, dan itu adalah hal yang manusiawi. Mengingat dalam sebuah organisasi, adalah hal yang wajar, jika dalam perjalanannya ada saja yang terpeleset melakukan kesalahan.

“Tapi, bentuk recoveri ini, tak hanya kamu lakukan dalam bentuk pemira. Ada juga beberapa kegiatan berbeda, seperti road show dan lainnya. Sehingga kami yakin, saat ini terjadi tren sentimen positif masyarakat terhadap PKS,” ucap Imam.

Namun tegas Imam, pelaksanaan Pemira yang digelar secara serentak pada 29-30 November, di seluruh DPW PKS se Indonesia ini, adalah proses menampung aspirasi kader PKS.  “Tak dipastikan yang akan terpilih nantinya, adalah top leader partai. Suara arus bawah dan keputusan Dewan Syuro DPP PKS, yang paling menentukan nantinya,” ungkapnya.

Sementara, Ketua Bidang Kaderisasi sekaligus Ketua Panitia Pemira DPW PKS Sumsel, Joni Julianto menambahkan, mekanisme yang berlaku dalam Pemira ini adalah, one man five vote. Maksudnya, seluruh kader PKS yang tersebar di 15 kabupaten/kota di Sumsel berhak memilih hingga lima bakal capres yang disukai, untuk diajukan ke DPP PKS.

Mereka jelas Imam, bisa menyalurkan hak suaranya itu dengan cara datang langsung ke Tempat Pemungutan Suara (TPS), yang disiapkan masing-masing  DPD PKS di 15 kabupaten/kota se Sumsel.

Menurut Joni, pelaksanaan Pemira ini juga, menargetkan partisipasi aktif dari seluruh kader PKS yang memiliki hak pilih, yang tersebar di 16 kabupaten/kota di Sumsel. Mereka akan memilih 22 capres yang telah disediakan. “Berdasarkan pengalaman pelaksanaan Pemira yang pernah kami gelar sebelumnya, tingkat partisipasi kader pemilih cukup besar,” papar Joni.

Selanjutnya masih menurut Joni, hasil dari pelaksanaan Pemira ini sendiri, nantinya, akan mengirimkan lima peringkat tertinggi bakal capres, untuk dikirimkan ke pusat dan menjadi penilaian dalam penentuan capres PKS pada sidang Majelis Syuro DPP PKS, Desember mendatang, atau paling lambat dapat diketahui hasilnya, pasca pemilu legislatif (pileg), 9 April 2014, nanti.

Untuk diketahui, 22 nama bakal capres PKS yang akan dipilih seluruh kader partai ini pada Pemira tersebut, adalah, Anis Matta, Presiden PKS; Hidayat Nur Wahid, Ketua F-PKS; Ahmad Heryawan, Gubernur Jawa Barat; Nur Mahmudi Isma’il, Walikota Depok; dan Tifatul Sembiring, Menkominfo.

Selain itu, Irwan Prayitno, Gubernur Sumatera Barat; Gatot Pujo Nugroho, Gubernur Sumatera Utara; Salim Segaf Al Jufri, Menteri Sosial; Suswono, Menteri Pertanian; Fahri Hamzah, Komisi III DPR; Abdul Kadir Kasuba, Wagub Maluku Utara; Anton Apriyantono, mantan Menteri Pertanian; Nasir Jamil, Komisi III DPR; Sohibul Iman, Wakil Ketua DPR; dan Taufik Ridho, Sekjen DPP PKS.

Ada juga, Yusuf Asyhari, mantan Menpera; Mahfudz Siddiq, Ketua Komisi I DPR; Mahfudz Abdurrahman, Bendahara Umum DPP PKS; Mustafa Kamal, anggota DPR; Suharna Surapranata, mantan Menristek; Surahman Hidayat, anggota DPR, dan Untung Wahono, Ketua MPP PKS.

TEKS              : DICKY WAHYUDI
EDITOR         : IMRON SUPRIYADI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster