Operasi Zebra 2013 Tekan Pelanggaran

 235 total views,  2 views today

Ilustrasi Razia

Ilustrasi Razia

PAGARALAM KS-Jajaran Kepolisian Resor Kota (Polresta) Pagaralam melalui Satuan Lalu Lintas (Satlantas) menggelar Operasi Zebra 2013, dimulai sejak 28 November 2013 hingga 11 Desember 2013 menitikberatkan pada penindakan seluruh pelanggaran pengguna jalan yang melintas di jalan umum.

Kapolresta Pagaralam, AKBP Saut P Sinaga SIK MSi melalui Kasatlantas AKP Herry Widodo SH mengatakan, Operasi Zebra 2013 digelar dalam rangka menekan angka pelanggaran dan angka kecelakaan di jalan raya, mengingat sejauh ini banyak terjadi pelanggaran disebabkan oleh ketidakpatuhan masyarakat pengguna jalan.

“Seluruh pelanggaran akan kami tindak, sebelumnya kami akan menggelar sosialisasi kepada masyarakat termasuk melalui media,” ujarnya.

Dari pengamatan tentang perilaku berlalu lintas yang ada di Pagaralam dan sesuai hasil evaluasi, kata Herry, terjadinya pelanggaran biasa ditemukan di lapangan, diantaranya terkait kelengkapan kendaraan seperti surat menyurat, lampu, spion, knalpot, helm, tonase, maupun dimensi muatan kendaraan.

Menoyal target khusus? Pihaknya tidak punya target khusus tentang jumlah pelanggaran. Karena seluruh personil Satlantas lebih ditekankan pada pemberian surat tilang kepada warga yang melanggar untuk menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Kota Pagaralam.

“Meski begitu, seluruh personil yang ada sebelum operasi zebra 2013 digelar telah dibekali pelatihan pra operasi dari Polda Sumsel. Langkah ini dilakukan guna menghindari berbagai hal yang tidak di inginkan,” tambahnya seraya berkata target jumlahnya tidak kami tonjolkan, yang ada justru penekanan pada masyarakat untuk menciptakan keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya.

Lanjutnya, jika dibandingkan tahun lalu hingga November 2012, terekam 38 kasus lakalantas. Dari angka ini, sedikitnya 11 nyawa melayang sebagai korban lakalantas. Sementara lainnya mengalami luka ringan (luring) sebanyak 33 orang, dan 26 orang mengalami luka berat (luber). Selain merenggut korban, juga kerugian material ditaksir mencapai Rp 209 juta.

Meskipun belum terdata secara pasti, namun diperkirakan jumlah kecelakaan tahun 2013 ini menurun. Bahkan, sejak tiga tahun terakhir, angka kasus (kejadian) kecelakaan lalulintas di Kota Pagaralam cenderung turun. 

Ia mengatakan, menurunnya peristiwa kecelakaan kendaaran baik roda dua ataupun roda empat tidak terlepas kerja keras jajaran Satlantas untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk mematuhi tertib lalin di jalan raya.

Data yang ada, pemicu utama terjadinya lakalantas akibat adanya human error. Bisa dikatakan keteledoran si pengemudi kendaraan, sehingga mengakibatkan pelanggaran, ataupun masalah teknis kendaraan semisal kerusakan. Demikian pula faktor lain, seperti kondisi minimnya marka atau rambu-rambu lalin hingga kondisi medan jalan tergolong belum maksimal .

“Pastinya, terjadinya lakalantas lebih didominasi adanya pelanggaran oleh si pengemudi atau human error. Sementara faktor lain, kondisi kendaraan atau medan jalan, serta keberadaan rambu lalulintas belum memadai,” bebernya seraya menambahkan sejauh ini upaya menekan terjadinya pelanggaran yang berpotensi lakalantas di jalan raya terus dilakukan dengan sosialisasi kepada lapisan masyarakat hingga pelajar.

TEKS:ANTONI STEFEN

EDITOR:RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster