Gedung DPPKAD Menelan Dana Rp 6,9 M

 218 total views,  2 views today

MUARAENIM I KS-Pembangunan gedung baru kantor Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kabupaten Muaraenim yang baru, rampung dikerjakan oleh CV Putra Halim Brother.  Gedung berlantai III yang menghabiskan Dana Aloksi Khusus (DAK) dari APBN dan APBD Kabupaten Muaraenim 2013 dengan total Rp 6,9 miliar ini kini belum ditempati.

Kepala DPPKAD Kabupaten Muaraenim Armeli Mendri menyebutkan, meski pengerjaan gedung selesai, namun sementara waktu belum bisa ditempati. Sebab, masih harus menunggu kelengkapan mobiler seperti meja dan kursi serta pemasangan interior gedung yang akan dianggarkan pada APBD 2014, mendatang.

“Jika semuanya sudah selesai, rencananya pada Mei 2014 kita akan pindah ke gedung ini,” cetus Armeli kepada Harian Umum Kabar Sumatera, Jumat (29/11).

Sambungnya, berhubung saat ini DPPKAD dipisah dengan Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda), maka gedung baru ini direncanakan untuk BPKAD. Dispenda menempati gedung DPPKAD sekarang menunggu pembangunan gedung baru tersebut.

Gedung baru DPPKAD ini nantinya   berlantai III. Di mana, lantai I digunakan untuk pelayanan juga di buka kantor kas cabang pembantu Bank Sumsel Babel, gerai ATM Bank Sumsel, Bank BRI, dan Bank BTN dan bank lain yang masih dikoordinasikan. Tujuannya untuk memermudahkan pelayanan.

Untuk lantai II dan III akan digunakan untuk pegawai seperti bidang akutansi, anggaran, asset dan pembendaharaan. Lantai II dan III ini juga akan dilengkapi dengan finger print. Saat naik ke atas pegawai tinggal pencet jempol pintu akan terbuka. Sehingga, selain pegawai tidak bisa masuk. Hal ini untuk antisipasi keamanan dan sudah banyak diterapkan diperkantoran dan perusahaan.

“Di dalam gedung ini juga ruangan untuk auditor seperti Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), BPKP, inspektorat provinsi dan kabupaten. Sebab, jika selama ini saat ada pemerikaan keuangan, pihaknya sering meminjam ruang lain. Dengan adanya ruang ini, tidak susah lagi untuk para auditor. Ada juga ruangan rapat atau pertemuan,” jelasnya.

Ungkap Armeli, pihaknya juga akan merancang pembangunan lift untuk gedung DPPKAD ini. Namun, hal ini paling cepat akan direalisasikan  pada 2015, mendatang. Pasalnya, dana yang dibutuhkan cukup besar yakni sebanyak Rp 1 miliar.

“Kedepan kita juga merencanakan,  gedung DPPKAD ini akan ada sambungan koridor langsung di lantai dua ke gedung kantor bupati. Hal ini untuk lebih memudahkan koordinasi dengan bupati secara cepat,” tukas dia.

Sementara itu, Anwar Prabujaya, Penjabat Pembuat Komitmen mengungkapkan bahwa kontrak kerja pembangunan kantor DPPKAD tersebut yakni selama sembilan bulan. Dan, pengerjaan batas kontrak selesai dan bisa langsung serah terima barang pengerjaan (PHO).

TEKS: SISWANTO
EDITOR:RINALDI SYAHRIL




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster