Dicaplok Empat Perusahaan Ribuan Warga Patok Lahan

 224 total views,  4 views today

massa sudah sejak pagi berkumpul di Area 2 yang diklaim oleh PT Yal dan PT Inciko. Warga lalu mematok di tiap-tiap titik sesuai yang direncanakan. Jumat ini, lahan yang sudah di patok warga sekitar 1000 hektar.

massa sudah sejak pagi berkumpul di Area 2 yang diklaim oleh PT Yal dan PT Inciko. Warga lalu mematok di tiap-tiap titik sesuai yang direncanakan. Jumat ini, lahan yang sudah di patok warga sekitar 1000 hektar.

INDERALAYA|KS-Sedikitnya, 1000 warga Desa Bakung, Kecamatan Inderalaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir (OI), melakukan aksi patok lahan seluas 3500 hektar yang di caplok empat perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit.

Kempat perusahaan itu yakni PT YAL, PT BSA, PT Inciko dan PT MAS. Warga mengkalim, lahan tersebut adalah miliknya dan masuk wilayah Ogan Ilir sejak tahun 1922 silam.

Pantauan Kabar Sumatera di lapangan, sekitar 1000 massa sudah sejak pagi berkumpul di Area 2 yang diklaim oleh PT Yal dan PT Inciko. Warga lalu mematok di tiap-tiap titik sesuai yang direncanakan. Jumat ini, lahan yang sudah di patok warga sekitar 1000 hektar.

Aksi pada Jumat kemarin merupakan aksi yang kedua kalinya dimana sebelumnya ribuan warga mematok di area 3 yang diklaim PT MAS. Pada Kamis, kemarin, lahan yang sudah dipatok warga seluas 2000 hektar.

Rencananya, Sabtu (hari ini –red), ribuan warga akan kembali melakukan aksinya dengan mematok di area 1 yang diklaim milik PT BSA.

Guna mencegah aksi anarkis, Polres OI menerjunkan puluhan personilnya dibantu oleh Satpol PP, Ogan Ilir.

Koordinator Lapangan (Korlap), Ajang mengatakan,  aksi yang dilakukan merupakan puncak dari kekesalan warga terhadap empat perusahaan lantaran telah mencaplok lahannya dan beroperasi tanpa izin di wilayah Ogan Ilir.

“Ya, hari ini (kemarin –red), aksi patok lahan untuk kedua kalinya seluas 1000 hektar. Sebelumnya kita sudah patok lahan yang di klaim milik PT MAS, sekitar 2000 hektar,” ujarnya.

Ia menambahkan, sebelum aksi patok, pihaknya juga telah memblokir aksi akses jalan utama menuju PT. Hal ini dilakukan agar aktifitas perusahaan lumpuh. “Semua akses menuju PT dan lahan kita blokir. Ini lahan kita, mereka mencaplok tanah kami dan beroperasi tanpa izin,” tuturnya.

Selanjutnya, sambung Ajang, Sabtu (hari ini-red), ribuan warga akan melakukan aksi patok lanjutan terhadap sisa lahan yang di klaim milik PT BSA. “Kita akan terus berjuang merebut kembali lahan kami yang caplok perusahaan,” tegasnya diamini oleh warga lainnya.

Terpisah, Kapolres OI, AKBP Asep Jajat Sudrajat mengatakan, pihaknya terus mengawasi jalannya aksi yang dilakukan warga. Hal itu dilakukan untuk menghindari konflik sosial yang berujung anarkis.

“Ya, kami bersama Satpol PP terjun kelapangan untuk memantau langsung kondisi di lapangan. Kita tidak mau berujung anarkis.Kita himbau kepada warga untuk tidak bertindak anarkis dalam melakukan aksi tersebut,” imbuhnya.

Teks : Junaedi Abdillah

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster