Tukang Parkir Cabuli Siswi SD

 210 total views,  2 views today

Ilustrasi

Ilustrasi

PALEMBANG, KS –Baru saja kenal dua minggu, sebut saja Melati (12), yang masih berstatus siswi Sekolah Dasar (SD), diperkosa seorang tukang parkir. Tidak hanya itu, korban disekap selama sepuluh hari oleh pelaku.

Ditemani orang tuanya, melati melaporkan pristiwa perkosaan ke Sentral Pelayanan Kepolsian Terpadu (SPKT) Polda Sumsel. Dihadapan petugas, Melati melaporkan seorang tukang parkir yang bernama Andre (25), warga Diponogoro, Kelurahan Talang Semut, Kecamatan Ilir Barat I Palembang.

Diceritakan Melati, peristiwa pahit yang dialaminya itu berawal dari korban dan pelaku berkenala melalui Handpnone. Setelah berkenalan selama dua minggu, pelaku mengajak korban untuk bertemu.

Pada Senin (17/11) sekitar pukul 17.00 WIB, pelaku menjemput korban, setelah bertemu, pelaku mengajak korban kerumahnya. Saat tiba dirumahnya, pelaku langsung memperkosa korban.

“Saya sempat menolak, namun kalah tenaga. Dia (pelaku-red) juga mengancam, kalau tidak mengikuti kemauannya, saya akan disakitinya,” tutur siswi kelas 6 SD ini.

Lanjut Melati, usai mempekosanya pelaku menyekapnya selama 10 hari. “Selama dirumahnya saya dikasih makan, waktu dia keluar rumah, saya langsung kabur. Saya menelfon ayah dan saya dijemput oleh ayah,” ungkap warga Jalan Tanah Merah, Kelurahan Alang-alang Lebar ini.

Orang tua Meleti, DE (45), mengatakan anaknya sudah sepuluh hari menghilang. Dirinya sudah mencari keberadaan anaknya, namun tak kunjung bertemu dan akhirnya DE ditelefon anaknya. “Saya harap pelaku dapat ditangkap dan dihukum seberat-beratnya,” katanya.

Sementara itu di tempat yang sama, SUL (48), warga Desa I Ibul Besar, RT 09, RW 03, Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir, juga mendatangi (SPKT) Polda Sumsel, Kamis (28/11) siang.

SUL tidak terima anaknya sebut saja Mawar (15), yang masih duduk di sekolah SMK ini telah diperkosa oleh Shabandar (32), tetangganya sendiri. Mawar yang nampak trauma atas pristiwa yang dialami, hanya terdiam saja saat diperiksa petugas SPKT Polda Sumsel.

Pristiwa itu sendiri terjadi pada hari, Rabu (27/11) sekitar pukul 13.00 WIB, saat itu pelaku menjemput anaknya yang tengah pulang sekolah. Entah apa yang dipikiran Mawar, Siswi yang sekolah di salah satu SMK di Palembang itu, mau saja mengikuti Pelaku.

Dengan mengunakan sepeda motornya, pelaku mengajak Mawar ke rumah bibik pelaku yang berada dikawas Kelurahan 3-4 Ulu, Kecamatan Sebrang Ulu I Palembang. Setibanya di tempat kejadian perkara (TKP) pelaku menyuruh korban masuk kedalam rumah.

Pelaku masuk ke dalam dapur dan membawakan segelas air putih untuk Mawar. Mawar yang tidak curiga mau saja meminum air pemberian pelaku, setelah meminum air tersebut, tiba-tiba kepala mawar pusing hingga jatuh pingsan.

Melihat Mawar yang sudah tak berdaya, dengan leluasa pelaku memperkosa korban. Pelaku meninggalkan korban sendirian di dalam rumah.

Akibat perbuatan Pelaku, kini anak korban terlihat  trauma, korban hanya banyak terdiam saja. “Saya tidak terima anak saya diperlakukan oleh dia (pelaku-red), saya minta dia ditangkap dan dihukum seberat-beratnya,” tutur SUL.

Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol R Djarod Padakova membenarkan adanya dua laporan tersebut. “Keterangan dua korban sudah kita mintai dan selanjutnya akan kita selidiki, apabila terbukti pelaku akan ditangkap dan kenakan undang-undang perlindungan anak,” tandasnya.

Teks : Oscar Ryzal

Editor : Junaedi Abdillah

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster