Tukan Ojek “Jual” Sabu 15,30 gram ke Polisi

39 total views, 3 views today

sabuPALEMBANG, KS –Nasib sial dialami Solhihin (28), warga Jalan Sultan Mansyur, Lorong Kms Saidi, NO 92, RT 02, RW 01, Kelurahan Bukit Lama, Kecamatan Ilir Barat I Palembang ini terpaksa meringkuk di dalam penjara Mapolda Sumsel, lantaran mengantar Sabu untuk Polisi, Rabu (27/11).

Pria yang sehari-harinya bekerja sebagai tukang ojek ini, tidak menyangka jika pembeli sabu yang ia antarkan adalah seorang polisi. Penangkap Solihin sendiri berawal dari laporan masyarakat, yang mengatakan kalau dirinya sering bertransaksi sabu.

Menindak laporan tersebut, petugas Direktorat Narkoba Polda Sumsel, Pimpinan Kanit 1, subdit 3, Komisaris Polisi (Kompol) Arman Legar melakukan penyelidikan. Polisi yang melakukan penyelidikan melakukan penyamaran sebagai pembeli.

Solihin yang mau diajak bertransaksi oleh polisi, menyepakati untuk bertemu di Jalan Demang Lebar Daun, tepatnya di depan parkiran Pempek Candy. Saat Solihin mengeluarkan sabu, polisi langsung meringkusnya, Solihin sempat membuang barang bukti sabu, namun petugas yang sudah siaga melihat pelaku membuang sabu dan mengamankannya.

Diceritakan Solihih, saat dihadapan petugas Direktorat Narkoba Polda Sumsel, dirinya sudah tiga kali mengantarkan sabu. “Setiap mengantar saya diberi upah Rp 200 Ribu,” ujar bapak satu anak ini.

Lanjutnya, sabu yang di jual bukan miliknya, melainkan milik RR (DPO) warga Kecamatan Ilir Timur II, Palembang. “Saya terpaksa menjadi kurir sabu karena stres, sudah satu bulan ini saya ditinggal cerai oleh istri,” ungkapnya.

Dari penangkapan tersangka sendiri, petugas berhasil menyita barang bukti dua unit Handphone milik tersangka yang digunakan sebagai alat transaksi narkoba da dua paket sabu ukuran besar seberat 15,30 Gram, dengan nilai uang Rp 23 Juta.

Direktur narkoba Polda Sumsel, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Dedy Prasetyo, melalui Unit I, Subdit III, Komisaris Polisi (Kompol) Arman Legar, mengatakan kalau tersangka sudah menjadi target operasinya. “Kita akan segera mencari keberadaan RR dan untuk pelakua dikenakan Pasal 111, UU No 35, Tahun 2009 tentang narkotika. Dengan ancaman hukuman minimal 5 maksimal 12 tahun kurungan penjara,” tandasnya.

Teks : Oscar Ryzal

Editor : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com