Tren Kredit Bank Menurun

 275 total views,  2 views today

Ilustrasi

Ilustrasi

PALEMBANG | KS-R Mirmansyah Kepala BI Wilayah VII menyebutkan melambatnya pertumbuhan ekonomi nasional membuat tren penyaluran kredit perbankan ikut menurun di Sumsel.

“Pada September 2013 lalu, perbankan di Sumsel menyalurkan kredit baru sebanyak Rp 52,73 triliun atau 21, 76 persen year-on-year (yoy),” cetus Mirmansyah disela-sela pengukuhan Forum Tenaga Pendamping UMKM Sumsel, Kamis (28/11) kemarin.

Ujarnya, setahun terakhir ini pertumbuhan kredit bank pun cukup tinggi, namun trendnya berada di bawah rata-rata pertumbuhan penyaluran kredit.

“Di mana penyaluran setahun terakhir ini sebanyak 23, 95 persen yoy,” cetusnya.

Sekedar catatan, penyaluran kredit untuk sektor UMKM Sumsel periode September 2013 baru mencapai Rp 18,93 triliun atau 35, 91 persen dari total penyaluran kredit perbankan Sumsel.

“Di tengah kelesuan ekonomi sektor kredit, Non Performing Loan terhadap tingkat penyaluran kredit perbankan masih terjaga di level yang rendah yakni 3,66 persen,” ungkapnya.

Bagaimana dampaknya pada suku bunga bank? Mirmansyah menjawab, kenaikan suku bunga acuan BI Rate 7,25 persen tidak berdampak besar pada kredit terhadap UMKM. Untuk itu, harus ada pula perlakuan khusus bagi sektor UMKM. Apalagi pembiayaan perbankan khususnya UMKM adalah Kredit Usaha Rakyat (KUR).

“Ya, pengaruhnya tergantung dari programnya sendiri. Saya kira belum berubah, karena itu program pemerintah, tidak elastis terhadap pasar,” ucapnya.

Untuk masalah BI rate, perbankan tidak serta merta menaikan suku bunga. Tidak menaikan suku bunga saja bank memiliki margin keuntungan, tergantung perbankan yang mempunyai kewenangan.

Salamah Sri Susanti, Ketua Gabungan Pengusaha Makanan, Minuman dan Hadyracf Sumsel menyampaikan, bantuan terhadap UMKM terdiri atas bantuan perbankan dan non perbankan. Di sisi perbankan, ada pro KUR yang dijamin pemerintah termasuk dalam hal risikonya.

“Walupun KUR tidak sepenuhnya gratis, jaminan untuk Rp 5 juta adalah satu unit sepeda motor,” kata Salamah sembari beujar untuk bantuan non perbankan berupa pembiayaan melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir dengan bunga 6 persen dan kredit hingga Rp 50 miliar.

TEKS : JADID ULUL ALBAB

EDITOR:RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster