Empat Pelaku Ilegal Taping Dibekuk

 346 total views,  2 views today

barang Bukti (BB), hasil kejahatan ilegal taping

barang Bukti (BB), hasil kejahatan ilegal taping

PALEMBANG, KS –Unit Kejahatan dengan Kekerasan (Jatanras), Polda Sumatera Selatan (Sumsel), meringkus empat pelaku pencurian minyak (Ilegal Taping -red), Rabu (27/11) pukul 23.00 WIB.

Para pelaku pencurian sumur minyak milik pertamina tersebut, tertangkap tangan saat menyedot minyak dikawasan Desa Jirak, Kecamatan Sungai Keruh, Kabupaten Banyuasin.

Keempat pelaku yang tidak dapat dapat berkutik lagi, lantaran sudah dikepung polisi, para pelaku hanya bisa pasrah. Pelaku akhirnya mereka digelandang petugas ke Mapolda Sumsel.

Empat tersangka yang berhasil ditangkap adalah Zuhani (48), warga Jalan Provinsi, Desa Dusun I, Kelurahan Lawang Letan, Kecamatan Sekayu, Kabupaten Muba, Aldi ( 25), warga Jalan Provinsi, Desa Gajah Mati, Kelurahan Sungai Keru, Kecamatan Sekayu, Kabupaten Muba, Yakin (28), warga Desa Jirak, Dusun 4, Kelurahan Sungai Keru, Kecamatan Sekayu dan Sandi (27) warga Desa Jirak Dusun 4, Kecamatan Sungai Keru, Sekayu Muba.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, empat pelaku mendekam dibalik jeruji penjara Unit Jatanras Mapolda Sumsel.

Dalam penangkapan itu sendiri, petugas berhasil menyita barang bukti, satu unit mobil truk yang digunakan untuk mengangkut minyak, 3 unut sepeda motor milik pelaku, 7 drum dan satu unit mesin yang dipakai untuk menyedot minyak.

Penangkapan para pencuri minyak tersebut, merupakan laporan dari pihak pertamina, yang mana sumur-sumur tua milik pertamina, yang tidak terpakai lagi minyaknya sering disedot oleh kawanan pencuri.

Menindak lanjuti laporan tersebut, Unit Jatanras Polda Sumsel, pimpinan kepala unit (Kanit) IV, Komisaris Polisi (Kompol) Zainuri, langsung melakukan penyelidakan di Desa Jirak, Kecamatan Sungai Keruh, Kabupaten Muba.

Setelah melakukan penyelidikan dan melakukan patroli selama satu minggu, petugas mendapati empat pelaku yang sedang melakukan penyedotan di sumur tua milik Pertamina.

Tidak mau kehilangan buruannya, petugas langsung mengepung tempat kejadian perkara (TPK, para pelaku yang tertangkap tangan saat mencuri minyak sangat kaget, melihat polisi sudah mengempungnya dan akhirnya pelaku dan barang bukti dibawa dibawa petugas ke Mapolda Sumsel.

Diakui Zuhaini, kalau ia hanya bertugas sebagai supir saja, nantinya minyak tersebut akan dibawah ke Palembang. “Kalau berhasil membawa minya itu sampai tujuan, saya diberi upah Rp 200 Ribu,” kata pria yang sudah mempunyak tigas anak ini.

Sementara itu dari pengakuan Yakin dan Sandi, mereka bertiga berbagi tugas, ada yang bertugas menyedot minyak dan ada yang menjaga lokasi pencurian.

“Karena tidak punya pekerjaan tetap, kami hanya ikut-ikutan saja, saya diajak oleh Aldi dan nanti uangnya akan dibagi rata,” katanya.

Kapolda Sumatera Selatan, Inspektur Jendral Polisi (Irjend Pol) Saud Usman Nasution, melalui kepala unit (Kanit) IV, Jatanras Polda Sumsel, Kompol Zainuri  mengatakan penangkapan ini hasil Operasi khusus untuk menekan ilegal tapping, khusus kabupaten Musi Banyuasin.

“Awalnya kita melakukan patroli, melihat ada mobil truk yang mebawa mesin penyedot dan membawa drum-drum minyak kita melakukan penyelidikan, dan  akhirnya saat 4 pelaku sedang melakukan penyedotan minyak memakai mesin, petugas pun langsung melakukan penggrebekan,” ungkap Zainuari.

Lanjut Zainuri, pihaknya akan terus mengungkap pencurian minyak yang sering terjadi di Banyuasin. “Tersangka diancam pasal 363 KHUP, tentang pencurian dengan pemberatan, hukum kuruangan maksimal 7 tahun kurungan penjara,” tandasnya.

Teks : Oscar Ryzal

Editor : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster