Caleg Belum Boleh Beriklan

 237 total views,  2 views today

Aturan KPU diSepelehkan  -  Spanduk-spanduk Calon Legislatif (CALEG) tampak terlihat semrawut di Jl. Gubernur HA. Bastari, Jakabaring.  Palembang, Kamis  (28/11). Peraturan Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang membatasi alat peraga Kampanye tampaknya tak digubris oleh sebagian para Caleg.  Foto : Iwan Cheristian / KS

Aturan KPU diSepelehkan – Spanduk-spanduk Calon Legislatif (CALEG) tampak terlihat semrawut di Jl. Gubernur HA. Bastari, Jakabaring. Palembang, Kamis (28/11). Peraturan Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang membatasi alat peraga Kampanye tampaknya tak digubris oleh sebagian para Caleg.
Foto : Iwan Cheristian / KS

PALEMBANG, KS-Komisi Pemilihan Umum (KPU)  Sumatera Selatan (Sumsel), tak mempermasalahkan jika calon anggota legislatif (caleg), calo anggota DPD atau partai politik (parpol) peserta Pemilu, sudah mulai berkampanye.

Sebab kata Komisioner KPU Sumsel Divisi Sosialisasi dan Kampanye, Ahmad Naafi, mereka memang sudah diperbolehkan melakukan sosialisasi atau berkampanye, sejak ditetapkan sebagai peserta pemilu.

“Silakkan saja melakukan sosialisasi, baik melalui pertemuan terbatas, pertemuan tatap muka, penyebaran bahan kampanye kepada masyarakat,  dan pemasangan alat peraga,”kata Naafi yang dibincangi, Kamis (28/11).

Namun terang Naafi, mereka dilarang melakukan kampanye dalam bentuk rapat umum dan memasang iklan media massa. “ Memang Pemilu legislatif 2014 memiliki waktu kampanye, yang lebih panjang untuk kampanye dalam bentuk pertemuan terbatas, pertemuan tatap muka, penyebaran bahan kampanye dan pemasangan alat peraga dibanding pemilu sebelumnya. Tetapi  kampanye rapat umum dan iklan media cetak dan elektronik, belum diperbolehkan,”ucapnya.

Ia menerangkan, untuk pemasangan iklan juga nantinya dibatasi durasinya. Iklan di media televisi, hanya boleh sepuluh spot berdurasi 30 detik setiap harinya. Sedangkan untuk iklan di radio, dibatasi 10 spot berdurasi 60 detik, untuk setiap radio satu harinya. Selain itu, harus pula dipatuhi kode etik periklanan dan perundang-undangan. “ Bukan kami yang membatasi, tapi Undang-Undang memang membatasi,” jelas Naafi seraya mengatakan caleg dilarang menjual spot iklan yang masih tersisa kepada peserta pemilu yang lain.

Mengenai lokasi penempatan alat peraga kampanye, KPU kabupaten dan kota di Sumsel jelasnya, telah menetapkan zona kampanye kecuali Kabupaten Musi Rawas dan Kabupaten Empat Lawang, yang pelaksanaan tugasnya diambil alih KPU Sumsel.

Namun jelasnya, sudah ada koordinasi dengan pemerintah setempat antara KPU Empat Lawang dan KPU Musi Rawas untuk segera menetapkan zona kampanye. “ Tinggal ditetapkan saja, karena koordinasi sudah dilaksanakan dengan pemerintah setempat,” tukasnya.

TEKS              : DICKY WAHYUDI

EDITOR         : IMRON SUPRIYADI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster