Berobat Gratis Tak Gratis Lagi

 304 total views,  2 views today

besar berlatar putih dengan tulisan “Mulai Hari Senin Tanggal 2 Desember 2013, Pelayanan Pasien Jamsoskes Sumsel Semesta di RSUP Dr Mohammad Hoesain Palembang Dikenakan Tarif Pelayanan Sesuai Kelas Yang Dipilih Pasien”

besar berlatar putih dengan tulisan “Mulai Hari Senin Tanggal 2 Desember 2013, Pelayanan Pasien Jamsoskes Sumsel Semesta di RSUP Dr Mohammad Hoesain Palembang Dikenakan Tarif Pelayanan Sesuai Kelas Yang Dipilih Pasien”

*RSMH Hentikan Pelayanan

PALEMBANG, KS-Program berobat gratis atau jaminan sosial kesehatan (Jamsoskes) Sumsel Semesta, yang sudah dilaksanakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel sejak lima tahun lalu bersama program sekolah gratis, nampaknya bakal tak gratis lagi.

Setidaknya itu, yang terjadi di Rumah Sakit Mohammad Hoesain (RSMH). Rumah sakit (RS) terbesar di Sumsel itu, selama ini menjadi RS rujukan, bagi pasien berobat gratis dari kabupaten dan kota di Sumsel.

Namun mulai 2 Desember, pasien yang menggunakan layanan program Jamsoskes Sumsel Semesta ini, harus membayar. Pengumuman itu, terpampang jelas dalam spanduk yang terpasang di ruang tunggu administrasi RSMH, Palembang.

Pantauan Kabar Sumatera, Kamis (28/11), spanduk besar berlatar putih dengan tulisan “Mulai Hari Senin Tanggal 2 Desember 2013, Pelayanan Pasien Jamsoskes Sumsel Semesta di RSUP Dr Mohammad Hoesain Palembang Dikenakan Tarif Pelayanan Sesuai Kelas Yang Dipilih Pasien”.

Kepala Instalasi Hukum dan Humas RSMH, Emma Huzaimah yang dibincangi Kabar Sumatera, menyebut kebijakan tersebut diambil karena perjanjian kerjasama antara RSMH dengan Pemprov Sumsel, ada yang belum terselesaikan.

Karenannya kata Emma,  manajemen RSMH mengambil kebijakan untuk menghentikan kerjasama tersebut dan mulai 2 Desmber, pasien yang menggunakan layanan Jamsoskes Sumsel Semesta akan dikenakan biaya pelayanan.

“Ini bukan peringatan kita kepada Pemprov Sumsel, kebijakan ini juga akan terus kita kaji. Kita juga tidak menghentikan pelayanan tiba-tiba, kepada pasien yang di rawat menggunakan fasilitas Jamsoskes Sumsel Semesta,” jelas Emma.

Diterangkan dia, RSMH saat ini masih mempunyai tunggakan ke perusahaan obat-obatan sebesar Rp 41 miliar. Tunggakan itu, adalah tunggakan obat-obatan dari pasien Jamsoskes Sumsel Semesta. Selama ini sebutnya, RSMH menalangi pembayaran obat-obatan tersebut.

Karenanya untuk efisiensi pendanaan, manajemen RSMH untuk sementara waktu akan memberlakukan kebijakan menarik biaya pelayanan kepada pasien Jamsoskes Sumsel Semesta.

“Kita sebenarnya berkomitmen untuk melaksanakan program ini, kami bahkan sudah berulangkali rapat dengan Dinkes Sumsel namun yang diutus hanya wakilnya saja. Surat juga, sudah kita layangkan namun belum ada balasan,” ucapnya.

Sementara itu Kepala Dinkes Sumsel, dr Hj Fenty Aprina M.Kes ketika di konfirmasi melalui telphonenya menyayangkan kebijakan RSMH tersebut. Menurutnya, kebijakan itu harusnya tidak diambil oleh RSMH.

“Kita sendiri, sebenarnya sudah membayar tunggakan ke RSMH sebesar Rp 47 miliar pada Oktober lalu. Pemprov juga setiap bulannya, mengucurkan Rp 10 miliar untuk RSMH. Kami sudah membayar kepada mereka sesuai aturan,” ungkapnya.

Harusnya sebut Fenty, RSMH tidak hanya mengurusi klaim Jamsoskes Sumsel Semeste saja. Pelayanan yang diberikan kepada pasien sebutnya, harusnya juga diurusi. Bahkan RSMH sebutnya, pernah dapat peringatan dari Menteri Kesehatan karena menghentikan layanan berobat gratis.  “Namun kedepannya, persoalan ini akan kami bahas lebih lanjut dengan RSMH, sehingga ada jalan keluar,” tukasnya.

TEKS              : IMAM MAHFUDZ ALI

EDITOR         : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster