Pedagang Buku Bekas Mulai Tergerus

 295 total views,  2 views today

penjual buku | Foto : Iwan Cheristian

penjual buku | Foto : Iwan Cheristian

PALEMBANG | KS-Sejak terjadinya penggusuran besar-besaran terhadap pedagang buku bekas pada enam tahun silam, membuat para pedagang buku bekas yang berada dikawasan Masjid Agung Palembang mangalami penurunan omzet.

Hasan (50) salah seorang pedagang buku bekas dikawasan masjid agung Palembang mengatakan, omzet penjualan buku bekasnya mengalami penurunan hingga 70 persen. Sebelum pindah dari bawah Jembatan Ampera dirinya mampu meraup keuntungan yang cukup besar, namun setelah berpindah ke samping Masjid Agung omzet penjualan dalam sehari hanya mampu mengantongi uang lebih kurang Rp 70 hingga Rp 200 ribu “Itupun  tergantung pembeli,”katanya.

Dirinya berharap kepada pemerintah Kota Palembang dapat menyediakan area untuk berdagang sehingga para pembeli dapat memuaskan keinginan berburu buku-buku bekas dengan harga miring. Walaupun buku bekas namun menurutnya, masih memiliki nilai jual tinggi selain untuk bahan pelajaran banyak juga para konsumen mencari buku bekas untuk koleksi.

“Saya memintah kepada pemerintah Kota Palembang agar dapat memberikan tempat yang strategis supaya penjualan buku kami dapat mengalami peningkatan,” katanya Rabu (27/11).

Menurut Hasan, sebagian penjual buku bekas yang ada sudah beralih profesi lantaran sepinya pembeli saat ini penjual buku bekas hanya tinggal segelintir orang saja. “Teman-teman kita banyak, hampir mencapai dua puluh orang, namun banyak yang beralih ke profesi lain,” ujarnya.

Pedagang lainnya, Budiman (48), mengharapkan juga perhatian pemerintah mengingat buku-buku bekas itu menunjang kegiatan pariwisata daerah.

Ia menambahkan, pembeli buku bekas dari berbagai kalangan, pelajar hingga kolektor, termasuk pendatang dari  Malaysia, Singapura, dan negara-negara Arab, artinya meski barang bekas tapi diburu oleh kaum pendatang.

“Untuk omzet perhari tidak menentu, kadang Rp 100 hingga Rp 300 ribu, namun menurutnya ini masih relatif sedikit. Apalagi sejak banyaknya berdiri tokoh-tokoh dan tempat penyedia buku yang memiliki fasilitas yang enak, membuat pedagang buku bekas ini semakin terpinggirkan,” katanya.

Sementara itu, Anwar salah seorang pembeli buku bekas mengatakan, dirinya membeli buku ini untuk keperluan kuliah. Menurutnya, membeli buku disini dikarenakan harganya terjangkau sesuai dengan kantong mahasiswa. Apalagi isi buku disini masih memiliki nilai yang sangat tinggi untuk bahan pelajaran.

“Saya sering beli buku disini karena harga bukunya murah,” kata mahasiswa disalah satu universitas ternama di Kota Palembang ini.

TEKS : AMINUDDIN/RIDIANSYAH

EDITOR : ROMI MARADONA





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster