Ngaku Polisi, Showroom Mobil Diobok-obok

 287 total views,  2 views today

karyawan showroom

karyawan showroom

PALEMBANG, KS –Empat pria mengaku anggota polisi dari Polresta Palembang, menyantroni showroom mobil Karunia Mobilindo yang berlokasi di Jalan Veteran, Kecamatan Ilir Timur (IT) II Palembang.

Empat pelaku yang mengaku anggota tersebut menuduh, Ahab (32), karyawan showroom berbisnis togel dan sempat merampas handphone.

Lantaran tak ada bukti dan merasa tidak senang dengan perbuatan pelaku, selanjutnya dilaporkan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Sumsel.

Kejadian yang sempat membuat heboh karyawan Showroom mobil di lingkungan tersebut, terjadi sekitar pukul 13.30 WIB, Rabu (27/11). Saat itu empat pelaku menaiki mobil Kijang LGX warna biru dengan plat nomor B 1697 PVA, mendatangi lokasi kejadian.

Kemudian tiga pelaku keluar dari mobil dan mendekati Ahab. Tiga pelaku tersebut langsung menggiring korban ke lorong dekat showroom. Dengan dalih, korban berbisnis togel, pelaku langsung merampas handphone korban.

Pelaku kemudian mengecek isi handphone. Diduga tak terbukti ada pesan mengenai judi toto gelap (togel), pelaku kemudian hendak membawa korban ke mobil.

“Tiba-tiba langsung dekati aku dan katakan aku berbisnis togel. Mereka juga rampas HP aku untuk ngecek isinya. Terus karena tidak terbukti mereka malah ajak aku ke mobil. Karena aku tidak bersalah jadi aku tidak mau,” ungkap Ahap yang tampak masih pucat saat melapor ke Polda Sumsel.

Kejadian tersebut sempat diketahui Lena, pemilik Showroon. Olehnya kemudian mendekati para pelaku dan mempertanyakan aksi meraka yang langsung menuduh karyawan bisinis togel.

“Kalau memang polisi ada etika dan prosedur dan harus sopan santun serta izin dengan saya sebagai atasan. Mereka baju bebas dan tidak ada menunjukan kartu identitas, surat tugas dan surat penangkapan. Bisa saja mereka perampok,” ujar Lena.

Lanjut Lena, dirinya yang sempat mempertanyakan aksi pelaku malah sempat diancam. Padahal menurutnya sebagai atasan dirinya wajar membela karyawannya. Apalagi karyawan tiba-tiba akan diajak ke mobil tanpa alasan yang jelas, hanya dengan tuduhan bisnis togel. “Waktu mereka pulang langsung bilang awas. Aku tidak tahu maksud awas mereka itu. Kalau memang terbukti tangkap, tapi kalau terbukti mereka jangan maksa,” ungkap Lena.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol R Djarod Padakova membenarkan laporan korban. Pihaknya telah menerima laporan korban. Untuk saat ini laporan korban masih dalam proses pemeriksaan pihak kepolisian. “Setiap laporan masyarakat pasti kita terima. Selanjutnya laporan akan kita teliti kemudian diproses,” ujar Djarod.

Sementara Kapolresta Palembang Kombes Pol Sabaruddin Ginting melalui Kasat Reksrim Kompol Djoko Julianto mengatakan bahwa tidak ada istilah anggota asal tangkap. Kalau ada tentu akan ditindak tegas. Anggota dibekali sikap dalam lakukan penangkapan. “Artinya jelas secara mekanisme dan prosedur kepolisian. Jika ada temuan mengaku anggota polisi, segera laporkan,” ungkap Djoko.

Teks : Oscar Ryzal

Editor : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster