Kurikulum 2013 Masih Banyak Kelemahan

 164 total views,  2 views today

Ilst. Kurikulum

Ilst. Kurikulum

PALEMBANG | KS-Kurikulum 2013 masih banyak kelemahan diantaranya, kurikulum 2013 bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, karena penekanan pengembangan kurikulum hanya didasarkan pada orientasi pragmatis. Selain itu, kurikulum 2013 tidak didasarkan pada evaluasi dari pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 2006, sehingga dalam pelaksanaannya bisa membingungkan guru dan pemangku pendidikan.

“Saat ini, KTSP saja baru menuju uji coba dan ada beberapa sekolah yang belum melaksanakannya. Bagaimana bisa, kurikulum 2013 ditetapkan tanpa ada evaluasi dari pelaksanaan kurikulum sebelumnya,” kata Ketua Dewan Pendidikan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Wuryadi seperti dilansir Kompas.

Kelemahan lainnya, lanjut Wuryadi, pemerintah seolah melihat semua guru dan siswa memiliki kapasitas yang sama dalam kurikulum 2013. Guru juga tidak pernah dilibatkan langsung dalam proses pengembangan kurikulum 2013.

Wuryadi menilai tidak adanya keseimbangan antara orientasi proses pembelajaran dan hasil dalam kurikulum 2013. Keseimbangan sulit dicapai karena kebijakan ujian nasional (UN) masih diberlakukan.

“UN hanya mendorong orientasi pendidikan pada hasil dan sama sekali tidak memperhatikan proses pembelajaran. Hal ini berdampak pada dikesampingkannya mata pelajaran yang tidak diujikan dalam UN. Padahal, mata pelajaran non-UN juga memberikan kontribusi besar untuk mewujudkan tujuan pendidikan,” tambahnya.

Kelemahan penting lainnya, pengintegrasian mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia untuk jenjang pendidikan dasar. Dirinya menilai langkah ini tidak tepat karena rumpun ilmu mata pelajaran itu berbeda.

Berbanding arah dengan pernyataan Wuryadi. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengklaim kurikulum 2013 sudah sesuai kebutuhan.

“Sejauh ini kami gembira, penerapan kurikulum 2013 disambut dengan baik, terlebih dengan kurikulum 2013 memprioritaskan anak memiliki kompetensi pengetahuan, keterampilan, dan  sikap,” ungkap Prof. Dr. Ir. H. Musliar Kasim, M.S. Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Pendidikan, kepada sejumlah wartawan disela acara Deklarasi Pendidikan Inklusif Ramah Anak di Griya Agung.

Lanjut Musliar, memasuki 2014 nanti, Kemendikbud telah memberlakukan 2/3 penggunaan kurikulum 2013.

“Kelas 1,2, 4, 5, 7, 8, 10, dan 11 sudah akan kita berlakukan untuk penggunan kurikulum 2013,” katanya.

Bahkan ia meneyebut, di 2015 nanti, seluruh sekolah yang ada di Indonesia sudah menggunakan kurikulum 2013.

“Memang sejauh ini untuk kurikulum 2013 hanya sekolah sasaran yang kita pilih, lebih kurang 295 Kabupaten/Kota di Indonesia yang tengah menggunakan kurikulum tersebut. Sedarinya, target kita di 2015 nanti, semua sekolah sudah mengugunakan kurikulum 2013,”katanya.

Kendati demikian, Muslihar tak menafikan kurikulum 2013 saat ini memiliki kekurangan, namun demikian kata dia, merupakan hal lumrah. “Kawan-kawan wartawan bisa cek nanti di sekolah-sekolah, mungkin ada beberapa kelemahan dan kekurangan dalam implementasinya, namun saya sudah rutin datang ke sekolah yang ada di Indonesia, dan Alhamdullilah mereka menyambut  baik dengan adanya kurikulum tersebut,” tukasnya

Teks : Ridiansyah

EDITOR : ROMI MARADONA





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster