Kami Tak Lagi Menaman Padi

 382 total views,  2 views today

Ilst. Petani

Ilst. Petani

BANYUASIN KS-Hampir ratusan hektar lahan perswahan di Parit 9 Desa Penuguan Kecamatan Penuguan yang dikelola bertahun-tahun oleh Warga Nunggal Sari Kecamatan Pulau Riamu Sudah beralih Keperusahaan Perkebunan PT Cahaya Pidi Abadi (CPA) tanpa sepengetahuan dari Pengurus Lahan.

Ngatio, warga Nunggal Sari Ketua Parit 9 kepada Harian Umum Kabar Sumatera, Rabu (27/11) menyampaikan, dirinya bersama anggota kelompoknya sudah bertahun-tahun menggarap lahan dengan menanam padi dilahan tersebut.

“Tadinya saya berencana untuk nanam padi, namun saya dengar dari masyarakat lahan sudah beralih ke perusahaan,” kata Ngatio dengan nada rendah.

Ia berkata, dirinya berkali-kali ke perusahaan menemui manajer guna  menanyakan permasalahan tersebut sekaligus meminta data mengenai orang-orang yang telah menjual terhadap lahan yang selama ini dirinya dan anggota kelompok usahakan. Namun, jawabanya tidak pernah ia dapatkan.

“Jadinya, saya bingung kenapa tiba-tiba saya dengar lahan tersebut sudah jadi milik perusahaan. Sementara saya sebagai ketua Parit sedikitpun tidak mengetahui padahal lahan itu tidak pernah ditinggalkan dan selalu ditanami padi,” ungkapnya.

Dijelaskannya, jarak antara lahan dengan rumahnya sekitar dua kilometer sehingga dirinya sering mengunjungi lahan tersebu dan selama terus mengujungi lahan itu. Ia pun tidak pernah melihat orang lain selai dari anggota kelompoknya yang berusaha bercocok tanam dilahan tersebu.

“Yang saya heran saya dapat informasi bahwa  banyak orang lain selain anggota kelompok yang mengaku-ngaku pemilik lahan namu ditanggapi oleh pihak perusahaan, tanpa koordinasi dengans aya,” ucapnya.

Terpisah, Ambo Ase Kepala Parit 8 di Desa Penguguan membenarkan bahwa pemilik dari Parit 9 adalah Ayub selaku ahli waris dari Sakni yang saat ini dikuasakan kepada Ngatio selaku penggarap

Menyoal persoalan ini, Humas PT Cahaya Pidi Abadi Andi Anwar menjelaskan bahwa dirinya tidak mengetahui mengenai permasalahan Parit 9 sebab dirinya tidak pernah dilibatkan dalam ganti rugi lahan.

“Saya tidak tau kapan diganti ruginya,” cetusnya singkat.

TEKS:DIDING KARNADI

EDITOR:RINALDI SYAHRIL

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster