Hanya 171 PDAM yang Sehat

 216 total views,  2 views today

Ilustrasi

Ilustrasi

PALEMBANG, KS-Dari 337 Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di Indonesia, hanya 171 PDAM saja yang masuk katagori sehat. Sementara 110 PDAM berstatus kurang sehat ,dan sisanya 56 PDAM dalam katagori sakit.

Hal ini dibeberkan Kepala Badan Pendukung Pengembangan Sistem Air Minum, Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Tamin M Zakaria Amin.  “Cukup banyak PDAM di Indonesia yang sakit, karena itu kita akan bantu pendanaan,” Tamin yang dibincangi usai pembukaan Musyawarah Antar Perusahaan Air Minum Nasional (Mapamnas) XII, Rabu (27/11) di Hotel Aryaduta, Palembang.

Ia menyebut, Kementrian PU akan menyuntikkan dana hingga Rp38 trilyun kepada PDAM yang sakit dan kurang sehat tersebut. Itu sebutnya, dilakukan sebagai upaya meningkatkan pelayanan prima bagi masyarakat.

Menurut Tamin, banyaknya PDAM di Indonesia yang tidak sehat disebabkan penetapan tarif dibawah biaya produksi.  Akibatnya PDAM,  tidak dapat mengembangkan sarana prasarana pelayanan.

“Ada empat indikator suatu PDAM dikatagorikan sakit yakni, calon pelanggan menunnggu pemasangan terlalu lama, diskriminasi pelayanan, praktek pungutan liar dan penurunan kualitas pelayanan. Ini banyak ditemui di daerah-daerah,” ungkapnya.

Menurutnya, untuk mengatasi hal tersebut perlu dukungan dan komitmen dari kepala daerah, untuk memperbaiki PDAM,  yang mengalami sakit tersebut. “ Pemerintah daerah, harus terlibat untuk melakukan perbaikan ini. Jangan sampai lepas tangan,”  ujarnya.

Tak hanya persoalan manajemen yang tidak sehat,  kualitas air bersih yang dihasilkan PDAM di Indonesia sambungnya juga masih kurang bagus. Hal itu menurutnya dikarenakan, bahan baku air bersih yang sulit didapat dikarenakan posisi instalasi pengelolaan air bersih (IPA), yang jauh dari sumber bahan baku.  “Karenanya Kementrian PU, akan membantu PDAM di Indonesia untuk membangun IPA di dekat sumber bahan baku,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Umum Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (Perpamsi), Rudie Kusmayadi mengatakan, sulitnya koordinasi antar PDAM di Indonesia, membuat sebagian PDAM kesulitan mengakses informasi pengembangan PDAM.

Karena itu sambungnya, dengan Mapamnas tersebut dapat menjadi tukar menukar informasi, cara mengelola PDAM yang lebih sehat. “Mapamnas ini, agendanya tidak hanya memilih ketua umum yang baru. Tetapi juga, untuk memperbaiki kinerja serta pengelolaan PDAM seluruh Indonesia,” tukasnya.

Teks     : Alam Trie Putra
Editor  : Dicky Wahyudi





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster