763 Sekolah Belum Akreditasi

 585 total views,  4 views today

akreditasi

PALEMBANG | KS-Akreditasi merupakan suatu bentuk pengakuan pemerintah terhadap suatu lembaga pendidikan swasta. Di Sumsel sendiri sebanyak 763 sekolah baik negeri dan swasta belum memiliki akreditasi. Data tersebut diambil dari Badan Akreditasi Provinsi (BAP).

Tercatat, SD baik Negeri dan Swasta berjumlah 4.460. Yang sudah melakukan Akreditasi berjumlah 165. Dan belum akreditasi berjumlah 408. Sedangkan SMP berjumlah 1144. Yang sudah melakukan akreditasi 1.156. Sedangkan yang belum akreditasi berjumlah 194. Untuk SMA sendiri berjumlah 546. Sudah akreditasi ada 507.

Kepala BAP DRS. H. Muhammad Sahidin melalui bidang sekretariat Aridi Akuan mengutarakan, akreditasi untuk memotret kelayakan sekolah dalam pendidikan.

“Akreditasi ada A.B,C dan tidak terkareditasi, akreditasi (C) artinya batas cukup, dalam arti kualitas layanan pendidikannya cukup. Kalau (B) tergolong baik. Dan (A) sudah memuaskan pelayanan pendidikannya,” jelasnya kepada Kabar Sumatera.

Syarat akreditasi lanjutnya, antara lain semua jenjang kelas itu ada, mereka sudah menamatkan lulusan.

“Masih ada lagi beberapa persyaratan untuk akreditasi, yang jelas kita menghimbau agar sekolah yang belum segera melakukan akreditasi, dan kita sudah melakukan sosialisasi di 15 kabupaten/kota, kita berharap di 2014 semua sekolah sudah melakukan akreditasi,”

Kenapa sekolah belum melakukan akreditasi?. Aridi menyebut, hal itu diserahkan ke kabupaten/kota masing-masing.

“Untuk hal tersebut kembali ke dinas pendidikan Kab/Kota, bupati, dan walikota masing-masing, kita hanya melakukan potret kelayakan sekolah,” ujarnya sambil mengatakan sekolah yang belum terakreditasi Ujian Nasional akan menginduk ke sekolah yang telah memiliki akreditasi

Selaras dengan Aridi, Kepala Dinas Pendidikan Sumsel Drs. Widodo, M.Pd menyebut, sekolah yang belum akreditasi dikembalikan ke Kabupaten/Kota masing-masing.

“Kita hanya mengkoordinir dalam hal ini, untuk akreditasi sendiri, dikembalikan ke dinas pendidikan Kab/Kota masing-masing, dan juga pemerintah setempat baik bupati maupun wali kota, dan itu ada anggarannya untuk percepatan akreditasi,” ujar Widodo saat dihubungi, kemarin (27/11).

Ia menghimbau, agar sekolah yang belum segera melakukan akreditasi.

“Kita berharap sekolah yang belum akreditasi segera melakukan pengakreditasian, sesuai syarat dan prosedur yang berlaku,” tukasnya.

Terpisah Pengamat Pendidikan Prof. Dr. H. Abdullah Idi, M.Ed menyebut, sekolah yang belum terakreditasi menandakan standar kualitas sekolah belum baik.

“Akreditasi itu kan untuk menentukan kualitas standar sekolah, jika sudah terakreditasi sekolah tersebut dikategorikan baik dan memiliki standar kualitas, dan jika belum, artinya sekolah tersebut belum baik dan tidak memenuhi standar yang telah ditetapkan,” ungkapnya.

Prof Idi mengkhawatirkan, jika sekolah belum terakreditasi akan berdampak terhadap beberapa hal.

“Minat masyarakat akan berkurang terhadap sekolah tersebut, terlebih, sekolah yang belum layak, akan menghasilkan anak didik yang tidak sesuai harapan,” hiraunya seraya menyebut semestinya pemerintah maupun pihak yang terkait harus lebih memperhatikan hal tersebut.

Teks : Ridiansyah/Aminuddin

EDITOR : ROMI MARADONA





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster