Tiga Proyek Tiba-tiba Muncul di RAPBD

 297 total views,  2 views today

Ilst.

Ilst.

PALEMBANG, KS-Kebijakan Umum Anggaran (KUA), Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Sumatera Selatan (Sumsel) 2014, terancam di revisi. Pasalnya ada sejumlah program kegiatan dari tiga Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang “siluman”.

Dikatakan “siluman”, karena tiga proyek yang diajukan SKPD di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel itu saat pembahasan KUA, ketiga program tersebut kata Ketua Komisi I DPRD Sumsel, Yuswar Hidayatullah, tidak ada.

Namun ketika pembahasan di komisi, tiga proyek tersebut tiba-tiba ada. ”Program yang muncul tiba-tiba itu, adalah program tahun jamak dari 3 SKPD yakni di Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Perhubungan (Dishub) dan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga (BM),” kata Yuswar didampingi anggota Komisi I, Badrullah Daud Kohar ketika dibincangi, Selasa (26/11) di ruang kerjanya.

Harusnya sebut politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini, proyek-proyek tahun jamak tersebut sebelum dianggarkan, dibuat kesepakatan terlebih dahulu antara eksekutif dengan legislatif atau dibuat Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur , besaran dana yang dibutuhkan, alokasi dana pertahun dan lainnya untuk proyek tahun jamak tersebut. “Bukannya muncul tiba-tiba, seperti saat ini,” ucapnya.

Dengan alasan tersebut Yuswar mengatakan, karena sekarang telah dilakukan pembahasan anggaran, maka di RAPBD 2014 tidak ada dana untuk tahun jamak. ”Kalau memang Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel tetap berkeinginan meneruskan kegiatan tersebut dengan tahun jamak, maka KUA harus di revisi. Sebab dalam KUA yang sudah ditetapkan, belum tercantum soal proyek tahun jamak,” tegasnya.

Sementara itu anggota Komisi V DPRD Sumsel, Sakim MD, menyayangkan cara yang ditempuh oleh tiga SKPD tersebut dalam meloloskan proyek tahun jamak untuk dianggarkan. ”Kita sangat mendukung niat baik pemerintah, untuk melakukan pembangunan. Namun harus tetap mengikuti prosedur yang ada. Kita juga menyayangkan pernyataan Dinkes saat rapat komisi beberapa waktu lalu, yang mengatakan telah melaksanakan beberapa kegiatan menggunakan APBD 2013, tetapi penyelesaiannya mau dianggarkan dalam tahun jamak. Hal ini tidak dibenarkan dan menyalahi aturan,” katanya.

Ditempat yang sama Wakil Ketua DPRD Sumse,l H A Djauhari mengatakan untuk membahas tiga proyek tahun tahun jamak tersebut, saat ini dewan telah membentuk tiga kelompok kerja (Pokja). Ketiga pokja dimaksud yakni Pokja Kesehatan yang dipimpin ia sendiri, Pokja Perhubungan dipimpin MA Gantada dan Pokja PU Bina Marga dipimpin M Iqbal Romzie.

”Pokja Kesehatan, akan membahas lebih dalam soal pembangunan RS Pemprov di lahan eks RS Ernaldi Bahar. Sedangkan Pokja Dishub, membahas tahun jamak untuk pembangunan teminal di Tanjung Api-api (TAA), sementara Pokja PU BM membahas pembangunan jalan dan jembatan,” bebernya.

Politisi Partai Demokrat itu menyebut, belum dibahasnya ketiga proyek tahun jamak itu saat pembahasan KUA dikarenakan, ketiga proyek tersebut awalnya belum akan dilaksanakan pada 2014. “Namun mengingat pentingnya jalan, terminal dan rumah sakit bagi masyarakat, maka program tersebut dimasukan dalam pembahasan anggaran di komisi,” tukasnya.

TEKS : DICKY WAHYUDI
EDITOR : IMRON SUPRIADI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster