Oknum Disdikbudpora “Todong” Kepsek

 336 total views,  2 views today

-Minta Sumbangan Munas Pramuka-

PALI | KS – Perhelatan Musyawarah Nasional (Munas), Pramuka di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 2-5 Desember 2013, mendatang, menuai keresahan dikalangan Kepala Sekolah (Kepsek), di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).

Pasalnya, para kepala sekolah yang tidak ada sangkut pautnya di “todong” dengan biaya perjalanan untuk acara Munas Pramuka. Besarannya pun bervariatif, antara Rp 50.000-Rp500.000 per kepsek.

Beberapa kepala sekolah baik negeri maupun swasta yang ada di wilayah Kecamatan Talang Ubi mengaku didatangi oknum dari Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disdikbudpora), yang berinisial D.

Saat mendatangi kepsek, oknum tersebut mengedarkan daftar sumbangan. “Katanya untuk biaya keberangkatan Munas Pramuka. Tapi anehnya, kok kami dimintai sumbangan,” kata salah satu kespsek sebuah SDN di Talang Ubi, enggan menyebutkan namanya.

Menurutnya, oknum tersebut meminta dana dengan menggunakan istilah bendera merah. “Kibarkan bendera merah jangan bendera biru,” imbuhnya.

Istilah bendera merah, lanjut kepsek tersebut, untuk menggambarkan uang Rp 100.000 sementara bendera biru untuk uang Rp 50.000,-

“Kalau sudah dibilang begitu kita nggak enak dik. Tepaksa kita kasih seratus. Soalnya tidak enak, dia kan pengawas TK/SD. Kalau tidak diberi, takutnya nanti dapat masalah,” ujar sumber yang berkali-kali minta namanya jangan disebut itu.

Dalam daftar yang tertulis disitu, masih menurut sumber, sudah ada 20 orang penyumbang dan kemungkinan akan terus bertambah. Untuk sekolah dasar saja di Talang Ubi jumlahnya mencapai 40 sekolah. Uang yang disumbangkan itu jumlahnya bervariasi. Mulai Rp 50.000,- Rp500.000,-.

“Salah satu kepala sekolah di sebuah desa ada yang menyumbang Rp 250.000,- bahkan guru yang sekarang jadi lurah pun ikut dimintai sumbangan dan ikut memberi,” tambahnya.

Kepala Sekolah itu menyesalkan tindakan oknum tersebut. “Kita sebenarnya keberatan dengan sumbangan itu. Tapi karena yang meminta itu adalah pengawas sekolah kita, dengan terpaksa kita kasi juga. Daripada sekolah dapat masalah,” sesalnya.

“Selain itu, jangan sampai kejadian saat pemberangkatan tim Pramuka ke Jakarta beberapa waktu lalu terulang kembali,” ungkap dia.

Saat itu, setiap peserta yang berangkat dimintai uang Rp 500.000,- dan saat pulang dimintai Rp 200.000,-. “Katanya sudah dibantu bupati tapi peserta yang ikut dimintai duit. Kan aneh,” beber sang kepala sekolah.

Kabar Sumatera sempat melakukan cross-check kepada beberapa kepala sekolah yang namanya tercantum dalam daftar penyumbang. Beberapa kepala sekolah itu mengakui telah ikut menyumbang. Namun secara halus para kepala sekolah itu meminta namanya jangan ditulis.

“Tolong dik, jangan ditulis namo kakak. Kakak takut sekolah kakak dapat masalah ageknya” pinta memelas.

Terkait pemberangkatan peserta munas Pramuka ke Kupang NTT itu, Sekretaris Dinas Dikbudpora, Rusmin Nuryadin SPd MM yang dihubungi koran ini mengatakan, permasalahan kepsek yang dimintai pungutan tersebut, tidak diketahuinya dan tidak atas perintahnya.

“Saya tidak tahu dan tidak pernah memerintahkan untuk minta sumbangan. Saya tidak tahu dik,” ungkap Rusmin.

Dirinya mengakui bila dalam waktu dekat Munas Pamuka akan digelar di Kupang NTT. Namun Rusmin menjamin Dinas Dikbudpora tidak mengirimkan utusan.

“Kita sudah memutuskan tidak mengirim utusan ke munas itu. Kalau kabupaten PALI mengirim utusan, pasti saya membuat surat tugasnya. Mungkin utusan dari Muaraenim” kilah Rusmin.

Sementara itu, Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten PALI, Sedi Suhardi saat dihubungi menyesalkan tindakan oknum tersebut. “Seharusnya ketika melakukan pungutan itu, pengawas sekolah harus bisa menunjukkan dasar pungutan. Dasarnya apa dan diperintah siapa. Apa dinas terkait atau bupati. Kalau bupati yang memerintah, saya jamin tidak mungkin. Dinas juga mengaku tidak memberi rekomendasi. Artinya dasarnya tidak jelas,” kata Sedi.

Teks : Indra Setia Haris
Editor : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster