Jual Aset, Kades Ditahan

 320 total views,  2 views today

KAYUAGUNG I KS-Niat baik Edi Sucipto, Kepala Desa Kemang Indah, Kecamatan Mesuji Raya, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) membangun desanya agar lebih maju kedepan akhirnya tak semanis yang diharap. Akibatnya, ia pun dijebloskan ke penjara ulah menjual tanah desa dan aset desa.

Isak tangin isteri dan anaknya mewarnai proses penahanan tersangka. Istri tersangka memohon kepada Kasat Reskrim AKP Surachman dan Kanit Pidsus Ipda Jailili agar suaminya ditangguhkan. Tetapi pihak polisi tetap menahan kades tersebut.

Kapolres OKI AKBP Erwin Rachmat melalui Kasat reskrim AKP Surachman menyebutkan, kades Kemang Indah dipanggil guna menjalani pemeriksaan terakhir dan langsung di tahan.

“Tersangka langsung kita tahan, kalau memang kelurganya meminta untuk penangguhan penahanan, maka dipersilakan mengajukan surat pemohonan penangguhan sesuai hukum yang berlaku,” ujar Surachman.

Kata Surcahman, penahanan terhadap tersangka ini dilakukan usai penyidik menerima hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) diketahui kerugian Negara atas penjualan aset desa tersebut. Karena itu, pihaknya langsung melakukan penahanan terhadap tersangka.

Ucap Surchman, kades Kemang Indah ini tersandung kasus penjualan tanah aset desa untuk keuntungan pribadi. Penetapan terhadap oknum kades tersebut sesuai dengan laporan dengan nomor LP/A/19/VII/2013/Res OKI Sumsel, tertanggal 19 Juli 2013.

Tanah desa yang dijual tersangka berada di 6 lokasi yang kesemuanya berada di dalam desa, namun luasan tanahnya berbeda-beda. Ada yang berukuran 10 x 15 meter, 15 x 20 meter dan lain sebagainya. Menurut pengakuan tersangka ada 6 lokasi tanah yang dijual.

Ipda Jailili Kanit Pidsus Sat Reskrim Polres OKI menyampaikan, harga jual tanah ini di bawah harga jual tanah di pasaran dan ada indikasi yang bersangkutan mengecilkan nominal penjualan tanah.

“Ini berdasarkan kuitansi penjualan, tapi kenyataan di lapangan berbeda,” ucapnya.

Soal aset desa yang diperjualbelikan, kata dia, nantinya akan disita. Tersangka dijerat dengan Pasal 2, 3 dan 8 Undang-Undang No 31 tahun 1999 jo Undang-Undang No 20 tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara.

Seperti diketahui, menurut laporan masyarakat menyebut sejak menjabat sebagai Kades Kemang Indah tahun 2011, Edi mulai menjual tanah desa yang seharusnya diperuntukkan untuk fasilitas umum, tetapi dibuat per kavling oleh oknum kades kemudian tanah tersebut dijual kepada warga setempat.

Lokasinya yaitu daerah tansmigrasi. Dalam kawasan trans itu disediakan tanah oleh pemerintah khusus untuk fasilitas umum seperti untuk didirikan puskes, kantor lurah atau sekolah dan tanah untuk gembala bagi warga trans, tetapi oleh oknum kades tanah itu dibuat kavlingan lalu dijual.

Tersangka Edi Sucipto yang didampingi kuasa hukumnya Herman SH, mengatakan kalau dirinya hanya berniat untuk membangun desa, karena dirinya menjabat kepala desa.

“Sebenarnya niat saya mau membangun desa, ternyata apa yang saya lakukan itu salah dihadapan hukum, dan saya siap bertanggung jawab,” Edi Sucipto berusaha membela diri.

TEKS/FOTO: DONI AFRIANSYAH
EDITOR:RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster