Warga Tolak Kehadiran PT Maha Indo

 346 total views,  2 views today

Warga Tolak Kehadiran PT Maha Indo

Warga Tolak Kehadiran PT Maha Indo


KAYUAGUNG, KS-Ratusan masyarakat Desa Jungkal, Kecamatan Pampangan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Senin (25/11), mendatangi kantor Bupati OKI. Mereka menolak kehadiran PT Maha Indo yang beroperasi di desa mereka, karena sampai saat ini pembagian plasma untuk masyarakat tidak jelas.

Warga pun mengeluhkan, dengan ulah oknum sejumlah pejabat mulai dari kepala desa (kades) hingga pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) OKI, yang diduga sudah memberikan izin ke PT Maha Indo, sehingga lahan milik mereka dicaplok pihak perusahaan.

“Namun ada kejanggalan dalam izin yang diberikan ke PT Maha Indo tersebut, sebab dalam satu tahun ada dua surat izin. Izin pertama tertanggal 3 Mei 2011 dengan nomor 225/KEP/III/2011 kepada PT Maha Indo pimpinan Tonas. Kemudian surat izin kedua, tertanggal 28 September 2011 dengan nomor 370/KEP/III/2011 kepada PT Maha Indo, dengan pimpinan Yohan Setiawan,” jelas koordinator aksi (korak), Sudirman dalam orasinya.

Mereka pun kata Sudirman, mempertanyakan legalitas operasional PT Maha Indo. Sebab izin prinsip perusahaan perkebunan itu, sudah kadaluarsa. Walau pun begitu, perusahaan tersebut beber Sudirman, tetap saja beroperasional.

Warga pun sambungnya, kini merasa cemas. Sebab keberadaan PT Maha Indo tersebut, suatu saat bisa menyerobot tanah milik warga. Apalagi sebut Sudirman, sampai saat ini tidak ada niatan baik dari perusahaan untuk mengganti lahan milik warga yang masuk areal hak guna usaha (HGU) perusahaan itu.

“Karenanya, warga menolak keberadaan PT Maha Indo di Desa Jungkal. Kami juga menuntut Pemkab OKI, untuk mengusut adanya dugaan permainan izin yang diberikan kepada PT Maha Indo, sehingga menyebabkan kerugian warga,” desaknya.

Tak hanya keberadaan PT Maha Indo, yang dipertanyakan warga. Pembagian lahan plasma dari PTWaringin Anggro Jaya (WAJ), juga mereka pertanyakan. “Sampai saat ini, tidak ada keterbukaan, siapa-siapa penerima plasma dari PT WAJ. Padahal PT WAJ sudah menghasilkan, tim terpadu harus menjelaskan hal ini” ucap Sainuba (45), salah satu warga yang ikut dalam aksi tersebut.

Mereka juga urai Sainuba, mendesak Pemkab OKI untuk menghentikan aktivitas pembukaan lahan PT Gading Cempaka di desa mereka. “Sebab aktivitas pembukaan lahan oleh PT Gading Cempaka itu, dilakukan di lahan yang masuk sengketa tapal batas antara Desa Jungkal dengan Desa Kandis,” ungkapnya.

Keberadaan PT Tempirai pun, mereka minta agar izinnya ditinjau ulang oleh Pemkab OKI. Alasannya, limbah yang dibuang perusahaan tersebut mencemari lebak lebuk milik warga sehingga mengakibatkan ikan banyak yang mati, akibat keracunan.

Menanggapi tuntutan warga ini, Asisten III Sekretariat Daerah (Setda) OKI, Husin didampingin Kepala Bagian (Kabag) Pertanahan Suhaimi AP, menyebut, izin lokasi PT Maha indo memang sudah habis.

“Tetapi PT Maha Indo memperpanjang izinnya, pemkab telah memberikan peluang kepada mereka untuk perpanjang izin. Itu dilakukan, dengan pertimbangan mereka berjanji akan membangun infrastruktur desa dan mensejahterakan masyarakat. Namun dengan adanya laporan ini, izin mereka akan kita bahas lagi,” janji Husin.

Teks : Doni Afriansyah
Editor : Dicky Wahyudi





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster