Listrik PALI “nyangkut” Di Gunung Megang

 282 total views,  2 views today

-Warga Minta PLN Tegas-
PALI | KS–Problem listrik padam di Kabupaten PALI sepertinya masih belum menemui titik terang. Warga yang selama ini mengeluh dengan seringnya listrik padam harus lebih banyak bersabar. Solusi pemasangan jaringan baru dari Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Meppogen di Penanggiran masih terhambat oleh pembebasan tanam tumbuh.
Seringnya pemadaman listrik ini, ditengarai oleh PLN sebagai akibat rendahnya tegangan yang mengalir di Kabupaten PALI. Solusi yang ditawarkan oleh PLN adalah menambah jaringan baru. Satu jalur tiang baru sudah terpasang sejauh 27 km dari PLTU Penanggiran sampai ke Simpang Belimbing.

“Kalau jaringan itu sudah terpasang, saya jamin tidak ada lagi pemadaman di wilayah PALI,” kata Darwis Hambali, Manager PLN Rayon Pendopo kepada Kabar Sumatera dikantornya beberapa waktu lalu.

Namun sampai saat ini, tiang-tiang tersebut belum bisa dipasang kabel. Warga yang dilalui jalur tersebut menolak menebang tanam-tumbuh miliknya. Warga menuntut ganti rugi atas tanam tumbuh tersebut.

“Kita tidak punya anggaran untuk mengganti tanam tumbuh itu. Anggaran kita cuma pemasangan tiang dan kabel,” tambah Darwis.

Darwis sudah mengupayakan meminta bantuan biaya ganti rugi kepada Pemkab Muaraenim. Namun, menurut Darwis, karena jalur tersebut diperuntukkan untuk wilayah PALI, Pemkab Muaraenim menyarankan agar berkoordinasi dengan Pemkab PALI.

Untuk itulah, PLN Rayon Pendopo menggagas pertemuan segi tiga antara PLN Rayon Pendopo, Pemkab Muara Enim dan Pemkab PALI di kantor PLN Rayon Pendopo di Talang Ubi.

Pemkab PALI pun hadir dalam pertemuan itu dan diwakili Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Ir M Soleh.

“Kita mendukung upaya dari PLN itu. Namun untuk membebaskan lahan di Gunung Megang itu jelas tidak mungkin. Itu kan wilayah kabupaten Muara Enim. Masa kita keluarkan dana untuk pembebasan di wilayah kabupaten lain,” kata Ir M Soleh, kepada Kabar Sumatera, Senin (25/11).

Meskipun jumlah ganti rugi itu kecil sekitar Rp 80 juta, lanjut Soleh, Pemkab PALI tidak bisa begitu saja mengganti lahan di daerah lain. Meskipun untuk kepentingan PALI sendiri. Apalagi penyediaan energi listrik ini merupakan kewajiban pihak PLN.

Karena itulah, Pemkab PALI belum bisa berbuat banyak untuk membantu PLN mengganti tanam-tumbuh milik warga Kecamatan Gunung Megang Kabupaten Muaraenim.

Sementara itu, tokoh masyarakat Kabupaten PALI, HM Sahlan, menyesalkan kelambanan PLN dalam mengatasi krisis energi yang ada di Kabupaten PALI. “PT PLN itu kan Badan Usaha Milik Negara. Namanya juga milik negara, artinya bertindak untuk negara,” tegas Sahlan.

Menurut Sahlan, seharusnya PLN menggunakan perangkat negara dan perangkat hukm negara untuk menyelesaikan pembebasan tanam tumbuh itu.

“Kenapa harus diganti? Warga itu menanam di bahu jalan. Artinya menanam dilahan negara. PLN seharusnya tegas. Gunakan saja alat negara dan penegak hukum negara untuk bertindak tegas. Penegak hukum itu digaji negara lho. Suruh mereka menegakkan hukum negara ini. Tegakkan hukum yang kita punya,” tegas Sahlan yang juga purnawirawan TNI itu.

Sahlan juga menyatakan mendukung penuh keputusan Pemkab PALI yang tidak bersedia mengeluarkan dana ganti rugi lahan tumbuh itu. “Lebih baik dananya untuk membangun yang lain yang mendesak untuk masyarakat PALI,” tutupnya.

Teks/Foto : Indra Setia Haris
Editor : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster