Launching KPS Dikaji Ulang

 248 total views,  2 views today

KPS

KPS

PALEMBANG, KS-Rencana launching ulang Kartu Palembang Sehat (KPS), bakal dikaji ulang oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang. Hal itu diungkapkan Wali Kota Palembang, Romi Herton, Senin (25/11).

Orang nomor satu di metropolis ini menyebut, akan mengkaji kembali apakah perlu KPS tersebut di launching ulang. “Kita akan pelajari lagi, apa kelebihan dan keuntungan KPS ini. Namun apabila itu dinilai pemborosan, kita tidak akan melaunching ulang. Apalagi di 2014 nanti, pemerintah pusat akan mengeluarkan jaminan kesehatan nasional (JKN), “ kata Romi.

Namun tegas Romi, Pemkot mempunyai niatan yang baik dengan program KPS tersebut. Pemkot jelasnya, menginginkan semua masyarakat Palembang mendapatkan jaminan kesehatan yang baik kedepannya, dan tidak dipersulit untuk mendapatkan fasilitas kesehatan tersebut.
Menurutnya, sekarang ini banyak program kesehatan yang bagus. Namun untuk realisasi di lapangan, terkadang terhambat. “Nah, saya tidak ingin jaminan sosial bagi masyarakat ini terhambat, apabila jika memang sakit bisa ditanggung oleh negara, khusunya bagi masyarakat yang tidak mampu,”ungkap Romi.

Sambung Romi, kedepannya kelurahan dan kecamatan akan melakukan pendataan terhadap masyarakatnya. “Dengan begitu, akan tahu berapa banyak masyarakat yang perlu jaminan sehat seperti KPS dan jaminan kesehatan lainnya,”ujarnya.

Romi juga menyebut, tidak hanya persoalan kesehatan yang mendapatkan perhatian pemkot. Persoalan pendidikan masyarakat jelasnya, juga harus menjadi prioritas. Karenanya, masyarakat Palembang bebernya, akan diberikan Kartu Pintar. “Kartu ini, menjadi jaminan agar anak-anak di Palembang, bisa sekolah,” tegasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumsel, dr Fenty Aprina menilai KPS Sebagai pemubaziran. Sebab adanya program pemerintah pusat, yakni Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kesehatan, maka tidak perlu lagi penggunaan kartu seperti KPS. Menurutnya, sesuai dengan peraturan daerah (Perda) Sumsel, yang digunakan untuk berobat cukup dengan kartu keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP).

“Tidak usah lagi di launching ulang, karena mubazir saja. Itu tidak diperlukan. Kecuali kalau memang Palembang, mau menanggung sendiri biaya kesehatan warganya,”kata Fenty yang dibincangi belum lama ini.

Menurut Fenty, dengan diberlakukan BPJS mulai 1 Januari 2014 mendatang, semua masyarakat dapat ditanggung semua biaya pengobatannya. Untuk mendapatkan fasilitas dan layanan BPJS ini, masyarakat harus menjadi peserta BPJS.

Teks : Alam Trie Putra
Editor : Dicky Wahyudi





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster