Setahun Petani di Jejawi Gagal Tanam

 272 total views,  2 views today

Ilst. Petani

Ilst. Petani

KAYUAGUNG, KS-Hampir setahun nasib petani di Desa Lubuk Ketepeng, Kecamatan Jejawi, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), terkatung-katung tak menentu. Hal ini disebabkan, lahan persawahan mereka hingga saat in masih tergenang air. Akibatnya penanaman padi dan jagung, sampai saat ini tidak bisa dilakukan dengan kondisi yang tak bersahabat itu.

Luas lahan yang saat tergenang banjir ini cukup fantastis, mencapai ratusan hektare. Tak pelak masyarakat yang sebagian besar menggantungkan hidupnya dari pertanian harus gigit jari, memilih banting setir bekerja sebagai buruh serabutan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari.

”Gara-gara lahan persawahan yang sampai saat ini belum karing, petani di sini ada yang jadi buruh harian lepas untuk bisa membuat dapur mengebul,” kata Sidik, salah satu ketua kelompok tani di desa tani tersebut, Minggu (24/11).

Sidik menyebut, pada dasarnya areal pertanian masyarakat di Kecamatan Jejawi dan sekitarnya merupakan lahan lebak, sehingga rentan tergenang air kerena dataran rendah. Kondisi ini, sangat jauh berbeda dengan areal lahan pertanian di Kecamatan Lempuing, yang merupakan sawah tadah hujan. Bahkan hasil panennyapun berlimpah, bisa tiga kali panen dalam setahun.

Namun kata dia, harusnya pemerintah melalui Dinas Pertanian (Distan) tetap memberikan perhatian dan solusi, agar lahan pertanian di desa mereka tidak jadi langgalan genangan air. “Solusi yang kami harapkan sebenarnya untuk mengatasi permasalahan ini, tak lain dengan dibuatkan saluran irigasi, sehingga air sungai yang menggenangi lahan persawahan kami bisa mengalir dan tidak tergenang. Selain itu, optimalisasi saluran air dengan dilakukan pengerukan pendalaman sungai dan pembuatan pintu air,” harap Sidik.

Hal senada disampaikan Matsani (50), petani di desa setempat. Ia menyebut, jika kondisi ini terus dibiarkan maka saja pemerintah, mengorbankan petani. Karena menurut Matsani, mereka sama saja akan kehilangan mata pencarian, yang selama ini menjadi andalan untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.

Terpisah Kepala Distan OKI, Ir Asmar Wijaya MS dibincangi di ruang kerjanya, membenarkan saat ini untuk kawasan Kecamatan Sirah Pulau Padang dan Jejawi, tidak bisa melakukan aktivitas tanam karena areal persawahan mereka masih tergenang air. ”Lahan pertanian di sana merupakan lebak, jadi masih digenangi air. Mereka bisa melakukan tanam pada Maret – April 2014 mendatang,” ujar Asmar.

Apakah ada solusinya dari pemerintah?Asmar mengatakan, untuk mengatasi permasalahan ini, pihaknya berencana bekerjasama dengan Dinas PU Cipta Karya dan Pengairan, akan melakukan normalisasi sungai dan pembuatan irigasi pada tahun 2014.

”Untuk mengatasi hal itu kita sudah upayakan, namun itu semua tak bisa dilakukan sekejap mata, karena untuk pembangunan irigasi dan normalisasi sungai tidak mesti dilakukan oleh Distan saja. Kita juga harus bekoordinasi dengan Dinas PU CK dan Pengairan, mereka juga menanggapi hal ini, Insya Allah tahun 2014 pelaksanaannya,” terang Asmar.

Lanjut Asmar, tidak hanya itu, berdasarkan informasi yang diterima dari Kementerian PU, Balai Besar Sungai, beberapa waktu lalu telah dibuat grand designs yang akan dilaksanakan pada tahun 2014, di lahan seluas tiga ribu hektar untuk pengerjaan normalisasi anak-anak sungai di kawasan setempat.

“Tidak hanya normalisi, nantinya juga dibangun saluran irigasi, jalan usaha tani. Yang kesemuanya merupakan satu kesatuan untuk pengembangan pertanian, di dua kecamatan tersebut. Intinya saat ini masyarakat, di sana telah mendapat angin segar, menganai harapan mereka yang akan diwujudkan,” tukasnya.

Teks : Doni Afriansyah
Editor : Dicky Wahyudi





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster