Saat Banjir Kembali Datang

 181 total views,  2 views today

Banjir Yang Merendam Salah Satu Jalan di Kota Palembang | Bagus KS

Banjir Yang Merendam Salah Satu Jalan di Kota Palembang | Bagus KS

PALEMBANG, KS-Hujan deras kembali mengguyur Kota Palembang, Sabtu (23/11) malam. Bahkan curahnya cukup tinggi, sehingga sempat membuat banjir di sejumlah kawasan di Kota Palembang. Pantauan Kabar Sumatera, sejumlah jalan protokol di metropolis terendam oleh genangan air seperti d Jalan Jend Sudirman, Jend Ahmad Yani, Kol H Barlian dan Basuki Rahmad.

Di sejumlah jalan protokol tersebut, ketinggian air mencapai 15 centimeter hingga membuat pengendara kendaraan harus berhati-hati saat melintas agar tidak terjebak dalam genangan air. Tak hanya jalan protokol, sejumlah perkampungan warga pun kebanjiran.

Di kawasan Seduduk Putih misalnya, ketinggian air mencapai paha orang dewasa. Begitu juga di kawasan Sekip seperti Sekip Bendung, Rawa Jaya dan lainnya. Kepala Seksi (Kasi) Observasi dan Informasi Stasiun Klimatologi Kenten BMKG Sumsel, Indra Purnama, menyebut, saat ini memang masuk puncaknya musim penghujan.

“Saat ini memang puncaknya musim penghujan, hujan lebat disertai angin kencang dan petir, seperti yang terjadi Senin (8/11) malam lalu kemungkinan bisa terjadi lagi. Jika demikian sebagaian besar wilayah di Palembang akan tergenang banjir,”ungkapnya,

kemarin. Indra mengingatkan, kejadian serupa yang pernah terjadi pada tahun 2012 silam, dimana intensitas curah hujan mencapai 200 mm/hari. Hal tersebut, membuat sebagian besar wilayah di Sumsel mengalami musibah banjir, terutama di daerah timbunan rawa.

“Sebenarnya kalau datang musim hujan tiap tahun pasti ada. Hanya saja intensitasnya berbeda, ada yang ekstrem dan ada pula yang biasa, hanya saja perlu diwaspadai,” urainya.
Potensi hujan yang turun sambungnya, tidak merata atau disebut dengan hujan lokal.

Sejumlah kota-kota di Sumsel bebernya, berpotensi terjadi hujan pada sore dan malam hari. Oleh sebab itu, masyarakat dihimbau untuk lebih waspada. “Apalagi untuk daerah luar kota Palembang seperti Muara Enim, OKU dan Pagaralam, kecepatan angin atas normal berpotensi dapat membahayakan,” imbuhnya.

Tak hanya hujan, masyarakat juga dihimbau mewaspadai angin kencang. Pasalnya, kecepatan angin bisa mencapai 25-30 knot atau bisa mencapai 60 km/jam.

“Angin kencang yang tejadi belakangan ini, akibat pusat tekanan rendah di utara khatulistiwa. Angin kencang ini, akan terjadi antara November sampai Desember. Namun akan lebih banyak terjadi pada di Desember mendatang. Angin kencang ini, juga akan menimbulkan gelombang yang tinggi diatas permukaan laut. Tinggi gelombang, bisa mencapai tiga meter,” tegasnya.

Himbauan BMKG itu, memang patut di waspadai masyarakat. Karena, banjir menjadi musibah tahunan di Palembang. Bahkan nasib Palembang, bisa sama seperti banjir di Jakarta. Sebab, rawa-rawa yang menjadi daerah resapan air sudah semakin hilang.

Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sumsel mencatat dari 22.000 hektar luas rawa-rawa di Palembang, kini hanya menyisahkan 7.300 hektar saja. Sekitar 14.700 hektar rawa-rawa tersebut, sudah beralih fungsi menjadi mal, perkantoran ataupun perumahan.

“Daerah resapan air hujan dan air pasang surut Sungai Musi tidak dapat difungsikan lagi, akibat rawa banyak ditimbun. 70 persen air yang tidak tertampung itu, meluap dan tumpah ke daerah yang letaknya lebih rendah sehingga menyebabkan banjir, “kata Kepala Divisi Lingkungan Hidup Walhi Sumsel, Hadi Jatmiko.

Teks : Alam Trie Putra
Editor : Dicky Wahyudi





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster