Pencetakan Ulang KPS Mubazir

 313 total views,  2 views today

KArtu Palembang Sehat (KPS) Versi Lama

KArtu Palembang Sehat (KPS) Versi Lama

PALEMBANG, KS-Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palembang, bakal menarik Kartu Palembang Sehat (KPS), yang sudah di distribusikan ke warga. Penarikan itu dikarenakan, adanya penggantian KPS dengan desain yang baru.

Rencana Dinkes Kota Palembang ini, mendapatkan kritik dari Kepala Dinkes Sumatera Selatan (Sumsel), dr Fenty Aprina. Ia menilai, pencetakan ulang KPS itu dianggap Fenty, mubazir.

Fenty mengatakan, dengan adanya program pusat, yakni Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kesehatan, maka tidak perlu lagi penggunaan kartu seperti KPS. Menurutnya, sesuai dengan peraturan daerah (Perda) Sumsel, yang digunakan untuk berobat cukup dengan kartu keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP).

“Tidak usah lagi di launching ulang, karena mubazir saja. Itu tidak diperlukan. Kecuali kalau memang Palembang, mau menanggung sendiri biaya kesehatan warganya,”kata Fenty yang dibincangi belum lama ini.

Menurut Fenty, dengan diberlakukan BPJS mulai 1 Januari 2014 mendatang, semua masyarakat dapat ditanggung semua biaya pengobatannya. Untuk mendapatkan fasilitas dan layanan BPJS ini, masyarakat harus menjadi peserta BPJS.

“Saat ini sudah ada tiga bank yang menjadi peserta, yakni Bank Mandiri, BNI, dan BRI. Masyarakat yang ingin mendaftar, dapat mendatangi gerai-gerai ATM, dan mendaftarkan diri. Pada ATM tersebut, sudah tersedia aplikasi yang mendukung untuk menjadi peserta BPJS,”bebernya.

Dengan mengikuti BPJS, Fenty menyebutkan, masyarakat lebih diuntungkan, karena angsuran yang dibayar relatif terjangkau karena terdapat tiga kelas yang dapat dipilih masyarakat.
“Untuk biayanya, relatif kecil perbulannya. Dengan biaya tersebut, masyarakat bisa dijamin kesehatannya selama satu tahun, dan dapat berobat untuk seluruh penyakit, seperti cuci darah atau jantung,”ujarnya.

Lebih jauh Fenty menjelaskan, ada beberapa rumah sakit yang dapat menjadi rujukan pasien, yakni Rumah Sakit Mohammad Hoesain (RSMH), RS AK Gani, dan RS Bhayangkara. “Namun, tidak menutup kemungkinan, beberapa rumah sakit lainnya juga akan menjadi peserta BPJS kedepannya,”ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinkes Kota Palembang, dr Anton Suwindro, enggan berkomentar. Karena rencana pencetakan ulang KPS, masih sedang dipikirkan. “Nanti lah, bagaimana KPS nya. Nanti kalau sudah benar-benar matang, baru akan diberitahukan. Jangan sampai nanti masyarakat kebingungan,”ujarnya.

Sambungnya, rencana penarikan KPS disejumlah puskemas belum dilakukan hingga sekarang. “Begitu juga dengan rencana peluncuran ulang KPS, yang sebelumnya akan dilaksanakan pada peringatan Hari Kesehatan dibatalkan,”tukasnya.

Teks : Alam Trie Putra
Editor : Dicky Wahyudi





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster