KPD Bagi-Bagi Gelar Adat

 338 total views,  2 views today

palembang
PALEMBANG | KS-Kesultanan Palembang Darusallam (KPD), kemarin memberikan gelar adat kepada 101 orang, yang dianggap berjasa melestarikan dan mempertahankan Kesultanan Palembang Darussalam. Pemberian gelar tersebut dilakukan, Sabtu (23/11) di Hotel Aryaduta, Palembang. Gelar adat ini diberikan kepada sejumlah nama, diantaranya kepada Gubernur Bangka Belitung, Dato’ Pangeran Adipati Wikrama H Rustam Effendi BSC SPTM DPMP.

Kemudian mantan Wakil Menteri di Departemen Perdana Menteri Malaysia, Dato’ DR Mashitah Ibrahim. Lalu owner Sriwijaya Air, Dato’ Pangeran Chandra Lie, General Manager (GM) Hotel Aryaduta, Dato’ Pangeran Bramwell Pearce DPMP. Data yang dihimpun Kabar Sumatera, gelar ini diberikan kepada dua orang warna negara Cina, lima warna negara Hongkong, tiga warga negara Brunai Darussalam, tujuh warga negara Singapura dan 93 warga negara Malaysia.

Selain itu, sejumlah artis dan tokoh masyarakat seperti Anwar Fuadi, Rektor Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP), Wali Kota Pangkalpinang, juga mendapatkan gelar adat.

“Gelar ini, kita berikan kepada mereka yang mempunyai jasa terhadap Kesultanan Palembang Darusallam,” kata Sultan Mahmud Badaruddin III, Kombes Pol (Purn) Drs H RMS Prabu Diraja SH, kemarin.

Ia menghimbau, masyarakat harus mengetahui sejarah masing-masing tempat tinggalnya, sehingga tidak dibohongi dan tidak dikucilkan. “Generasi sekarang, jangan sampai melupakan sejarah, terutama Sumatera Nagian Selatan. Kita juga harus mengingat kembali pahlawan di negara kita,” sambungnya, sambil menceritakan kilas sejarah Kesultanan Palembang Darussalam yang sempat dibawa Belanda ke Ternate.

Ia menerangkan, saat ini banyak sejarah Kesultanan Palembang yang terlupakan. “Malaysia dan Sumsel, sebenarnya memiliki keterkaitan. SMB I, permaisurinya berasal dari Kerajaan Klantan, Malaysia,” ujarnya.

Terkait dualisme Kesultanan Palembang Darusallam, Prabu Diraja, membantahnya. “Tidak ada dualisme kesultanan, yang ada hanya penyimpangan sejarah kesultanan,” tukasnya.

Teks : Jadid Ulul Albab
Editor : Dicky Wahyudi





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster