Dilema Polisi

 379 total views,  2 views today

Ilustrasi Polisi | Bagus Park

Ilustrasi Polisi | Bagus Park


Tugas pokok aparat kepolisian, diantaranya melakukan penegakan hukum terhadap lekau tindak kejahatan. Namun disisi lain, acapkali aparat polisi harus berhadapan dengan massa, yang bertindak brutal, sebagai akibat dari penangkapan pelaku atau tersangka.

Seperti yang menimpa Kantor Polsek Bulang Tengah Suku Ulu (BTS) Ulu, Kecamatan BTS Ulu, Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan. Kantor polisi itu dirusak puluhan warga. Alasannya mereka tidak terima salah satu warga ditangkap aparat karena diduga terlibat kasus pencurian dan kekerasan.

Tindakan warga ini sudah tentu bukan tanpa alasan. Selain sebagai reaksi protes dari warga yang tidak menerima warganya “dituduh” terlibat kasus pencurian dan kekerasan, juga berdasar pada sejumlah kasus salah tangkap yang sesekali dilakukan aparat polisi. Masalahnya kemudian, ketika aparat polisi sudah mengantongi data yang kuat terhadap sejumlah kasus pelaku, sementara ketika ditangkap malah berbalik menjadi bumerang bagi polisi. Inilah dilema aparat polisi.

Namun apapun yang terjadi saat ini, baik di Musi Rawas atau di daerah lain sebelumnya, ini menjadi pelajaran bersama. Baik untuk warga maupun aparat polisi. Sebab tanpa melihat kasus ini secara jernih antar kedua belah pihak, akibatnya akan muncul selisih paham yang berkepanjangan.

Sangat mungkin, tindakan warga yang brutal juga berdasar pada ulah sejumlah oknum polisi yang tidak jarang “memanfaatkan” jabatannya untuk ikut dalam sebuah perjudian, mem-back-up (jadi bekking) arena sabung ayam dan sebagainya. Karena melihat oknum aparat polisi seperti itu, seakan menjadi pembenaran bagi warga untuk menyerang balik kepada polisi, karena polisi juga sering melakukan kejahatan. Inilah yang seharusnya perlu dievaluasi bagi aparat polisi, sehingga warga tidak terpancing kekesalannya akibat melihat oknum aparat polisi yang berada di belakang tindakan yang melanggar hukum.

Pun demikian sebaliknya. Warga sebaiknya juga tidak semestinya melakukan tindakan brutal terkait dengan kasus apapun yang berhubungan dengan upaya penegakan hukum yang dilakukan polisi. Idealnya, bagaimana warga bersama polisi secara bersama-sama menumpas kejahatan yang dilakukan oleh siapapun, termasuk keluarga sendiri, baik keluarga masyarakat setempat, maupun keluarga polisi itu sendiri. Ini menjadi penting, agar upaya antisipasi dan kemungkinan buruk, seperti yang terjadi di Musi Rawas tidak akan berulang. Semoga upaya damai akan segera terjadi, sehingga polisi sebagai pelayan masyarakat akan terwujud dengan baik sebagaimana harapan bersama.





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster