200 Guru Ikuti Outbond

 323 total views,  2 views today

Tampak-para-guru-sedang-mengikuti-kegiatan-outbond(1)

*Semarakan HUT PGRI
MUARAENIM I KS-Guna menjalin kebesamaan serta mempererat tali persaudaraan antar guru di wilayah Kecamatan Lawang Kidul. Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muaraenim mengadakan kegiatan outbond di Taman Bukit Asam Tanjung Enim, Sabtu (23/11).

“Outbond ini, diikuti sekitar 200 guru se-Kecamatan Lawang Kidul yang dibagi dalam 15 kelompok. Adapun games yang dijajal dalam outbond ini diantaranya flaying fox, jembatan tunggal, pralon bocor, jaring laba-laba, line risk, memindahkan kayu tanpa menyentuh tanah dan ball estafet,” tutur Kusnaidi, Ketua Pelaksana Kegiatan kepada Harian Umum Kabar Sumatera.

Kegiatan ini, lanjut dia, terwujud berkat kerjasama Komunitas Pecinta Alam Tanjung Enim (KOPTA) dan Tim SAR K3 PT BA dengan Pengurus PGRI Kecamatan Lawang Kidul dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional dan HUT PGRI ke-68 tahun 2013. Melalui kegiatan ini, juga dimaksudkan untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme dalam bekerja. Sekaligus juga untuk menambah wawasan dan pengalaman baru bagi guru.

“Alhamdulillah, semua peserta mengikuti kegiatan ini penuh semangat dan suka ria. Meskipun, mereka terkadang mengalami kesulitan dalam mengikuti setiap games. Adapun tema kegiatan ini adalah meningkatkan mutu pendidikan melalui guru yang profesional, sejahtera dan terlindungi,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua PGRI kecamatan Lawang Kidul, Heri Candra, SPd melalui Sekretaris Ahyaudin SE mengatakan, kegiatan outbond ini dapat meningkatkan kebersamaan, disiplin, ketrampilan serta pesaudaraan antar guru di Kecamatan Lawang Kidul. Selanjutnya, kata Ayaudin, dengan semangat HUT PGRI Ke-68 ini guru dapat lebih profesional dalam bekerja dan semua guru semakin sejahtera lagi.

“Semoga dengan HUT PGRI dan Hari Guru Nasional ini kerja guru semakin profesional lagi, selain itu juga kesejahteraannya semakin bertambah,” ungkap Ayaudin.

Terpisah, salah seorang peserta outbond, Minariah berujar, kegiatan ini mereka jadikan sebagai ajang bersilahturahmi sesama guru yang bertugas di wilayah Kecamatan Lawang Kidul. Selain guru PNS, ada juga guru honor yang ikut.

“Kegiatan ini, sekaligus dapat menepis perbedaan perlakuan antara guru PNS dengan guru honor. Kita nilai acara seperti ini begitu positif, semoga sering diadakan untuk menambah keharmonisan sesama guru dan anggota PGRI di Kecamatan Lawang Kidul,” Minariah berharap.

Peserta outbond lainnya bernama Novan mengaku baru pertama kali mengikuti outbond dan tampak tidak semua permainan yang diikuti berjalan dengan mulus. Dirinya mengaku, arena yang dianggap sulit yaitu pada permaianan jembatan tunggal.

Kali ini Novan mendapat pengalaman yang tak pernah ia dapatkan. Dia pun harus berjalan melewati seutas jembatan tali dengan tangan berpegangan pada satu tali saja yang melintang sepanjang kurang lebih 15 meter.

Berikutnya di tengah perjalanan terpaksa merelakan badannya basah kuyup tercebur di kolam dan dirinya tetap terus melanjutkan berjalan hingga sampai seberang dengan selamat.

“Yah, gini dech, badan jadi basah, karena tadi jatuh saat nyebrang melewati jembatan tunggal. Namun aku seneng mas, pengen nyoba lagi nanti,” ucapnya bangga.

Teks : SISWANTO
Editor:Rinaldi Syahril





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster