146 Pemilih Hilang di DPT

 192 total views,  2 views today

PAGARALAM, KS-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pagaralam, telah menetapkan daftar pemilih tetap (DPT) untuk pemilihan umum legislatif (pileg) 2014 mendatang, pada 1 November lalu. Dalam DPT tersebut, terdapat 101.245 pemilih.

Namun Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Pagaralam, menemukan 146 pemilih yang hilang dalam DPT tersebut. Hilangnya pemilih ini, menjadi pertanyaan panwaslu. Namun sampai saat ini menurut Ketua Panwaslu Pagaralam, Haidir Murni, belum ada juga jawaban dari KPU Pagaralam walau pun mereka sudah melayangkan surat mempertanyakan hilangnya 146 pemilih tersebut.

“Dalam DPT tersebut, ada 146 nama yang hilang. Itu entah dihapus, atau sengaja dibuang. Jika benar ada, mereka dipastikan tidak dapat memperoleh kesempatan untuk menyalurkan hak pilihnya,” kata Haidir dibincangi, kemarin.

Ia menerangkan, awalnya dalam DPT di Pagaralam yang ditetapkan 13 September, terdapat 101.391 pemilih. Kemudian, jelas Haidir, DPT tersebut mengalami perubahan pada Oktober menjadi 101.265 pemilih. Di perubahan terakhir yang ditetapkan 1 November, DPT kembali menyusut menjadi 101.245 pemilih.

“Kita menanyakan kriteria seperti apa, hingga adanya pencoretan tersebut. Mengingat alasan dan bukti pencoretan DPT, dimaksud tidak jelas. Kami meminta KPU menjelaskan pencoretan tersebut,” ucapnya.

Lebih lanjut ia menyatakan, bila tidak ada kejelasan dalam bentuk pembuktian lainnya, sudah dipastikan para calon pemilih dimaksud dirugikan. Selain itu, DPT tersebut harus berdasarkan data pasti, agar tidak ada masyarakat yang merasa dirugikan ataupun diuntungkan secara sepihak.

“Sejauh ini, kita telah berulangkali mempertanyakan alasan dan bukti apa hingga KPU Kota Pagaralan melakukan pencoretan. Namun hingga kini, belum juga ada jawaban pasti dari KPU,” bebernya.

Ia menambahkan, peranan Panwaslu sebagai lembaga pengawas resmi hanya ingin mengetahui, mengapa DPT semula dikurangi. Ini tegasnya, dilakukan guna mengantisipasi adanya unsur negatif ataupun kepentingan sepihak, dari pengurangan DPT tersebut.

Terpisah, komisioner KPU Kota Pagaralam Divisi Teknis, Yenli Elmanoferi SE mengatakan, adanya pengurangan jumlah DPT itu, sudah dituangkan kedalam rapat pleno pada 1 November lalu.

Pengurangan itu jelasnya, karena ada laporan dan temuan mengenai identitas ganda. “Kami sudah menerima laporan, termasuk ada surat dari Panwaslu. Selanjutnya akan segera diklarifikasi dan akan kami sampaikan pula surat balasan ke Panwas,” ujarnya.
Sementara itu, Budi, salah satu calon anggota legislatif (caleg) dari Partai PAN, menanggapi hal ini dengan serius. “Jika memang benar ada temuan, KPU harus memberikan kejelasan. Pastinya kita sebagai caleg, tentu saja sangat dirugikan,” tukasnya.

Teks : Antoni Stefen
Editor : Dicky Wahyudi





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster