Sanitasi di Sumsel Sembrawut

 222 total views,  2 views today

Ilst Air Bersih

Ilst Air Bersih


PALEMBANG, KS-Sanitasi di kabupaten dan kota di Sumatera Selatan (Sumsel), masih sembrawut. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Cipta Karya (CK) Sumsel, Rizal Abdullah, Jumat (22/11) dalam penandantangan Memorandum Program Sanitasi (MPS) dengan Dirjen PU Cipta Karya, di Hotel Grand Zuri, Palembang.

Rizal menyebut, sanitasi di kabupaten dan kota di Sumsel tidak mempunyai master plan. Sehingga pelaksanaan pembangunannya, sembrawut. “Saat ini, kita mempertanyakan, seberapa besar kepedulian kabupaten dan kota terhadap sanitasi. Kita menilai selama ini, belum ada perhatian. Sehingga sanitiasi di kabupaten dan kota, belumlah maksimal,” jelasnya.

Dengan MPS tersebut diharapkan Rizal, pembangunan sanitiasi akan lebih fokus dan terarah. “Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan Pemerintah Kota (Pemkot), bisa menganggarkan untuk sanitasi ini, biarkan saja dananya kecil namun nanti akan ditambah dari provinsi dan pemeritah pusat,” ucapnya.

Sementara itu Plt Sekda Sumsel, Mukti Sulaiman mengatakan bahwa dalam menjalankan program sanitasi, dibutuhkan komitmen dari masing-masing kepala daerah di kabupaten/kota, untuk meningkatkan anggaran guna perbaikan sanitasi di daerahnya masing-masing.

“Persoalannya hingga saat ini, masih banyak masyarakat yang belum memahami tentang sanitasi dengan baik. Kita meminta pemerintah di kabupaten dan kota, untuk melakukan sosialisasi terkait sanitasi ini, karena jika tidak dijalankan dengan baik malah akan menimbulkan penyakit,” terangnya.

Wagub Sumsel, H Ishak Mekki dibincangi di tempat yang sama menerangkan, dengan adanya master plan sanitasi di Sumsel maka kedepannya, program sanitasi dapat terkoneksi dan terencana serta terpadu, sehingga bisa diketahui yang mana yang menjadi prioritas selama lima tahun kedepan secara merata.

“Kita tinggal menyesuaikan dengan dana yang ada saja nantinya, kita minta kabupaten/kota juga berperan dalam program prioritas ini. Mudah-mudahan melalui master plan ini bisa tersusun mengenai mana pendanaan dari pusat, dari provinsi dan kabupaten/kota karena sudah ada data-data yang lengkap,”kata Ishak.

Lanjutnya,program sanitasi untuk tahap awal, diikuti 9 kabupaten dan kota diantaranya Kota Palembang, Muara Enim, OKU, OKI, OKU, Mura dan Muba. Program sanitasi ini pula meliputi drainase, sampah, air limbah, cekungan di pemukiman, air bersih, air sumur dan lain sebagainya.

“Program seperti ini sudah lama, namun secara serius kita laksanakan baru tahun ini, selama ini sudah berjalan tapi belum ada master plannya. Dalam memorandum ini, sudah ada bagaimana pembagiannya, dana kita masih minim mengenai sanitasi ini dan belum terkoordinir, dari dulu sudah ada tapi belum ada masterplan. Pada 2014 mendatang bisa dilaksanakan disemua kabupaten/kota termasuk yang baru pemekaran Pali dan Muratara,”tukasnya.

Teks : Imam Mahfudz Ali
Editor : Dicky Wahyudi





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster