Produksi Ubi Batuo 121 Ton/Hektar

 63 total views,  3 views today

Direktur Budidaya Aneka Kacang dan Umbi, yang didampingi kepala dinas Pertanian Provinsi dan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Ogan Ilir usai melakukan panen ubi yang luar biasa besarnya.

Direktur Budidaya Aneka Kacang dan Umbi, yang didampingi kepala dinas Pertanian Provinsi dan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Ogan Ilir usai melakukan panen ubi yang luar biasa besarnya.

INDRALAYA KS-Sedikitnya 121 ton Ubi jenis Batuo sari lahan satu hektar di panen oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab), Ogan Ilir melalui Dinas Perkebunan dan Kehutanan, bersama Dinas Provinsi Sumatera Selatan, Direktur Budidaya Aneka Kacang dan Umbi, Dr Ir Maman Suherman, MM dan petani di Desa Payakabung, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir (OI), Jumat (22/11) kemarin.

Banyaknya panen yang dihasilkan dalam satu hektar membuat Pemkab OI berencana akan melaksanakan program penanaman Ubi jenis Batuo pada 2014 mendatang.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan, Ogan Ilir, Wawan Wiguna saat ditemui di lokasi panen perdana ubi jenis Batuo, mengatakan, melihat hasil panen yang sangat menggiurkan, pihaknya tahun 2014 akan melaksanakan program penanaman Ubi jeni Batuo.

“Ya, kita akan mengajukan pusat, agar memfasilitas masyarakat kita untuk bertanan ubi ini. Paling tidak, petani kita akan dibantu bibit ubi yang hasilnya sangat menjanjikan ini,” ujarnya.

Sebutnya, penanaman Ubi jenis Batuo ini pertama kali di Ogan Ilir dan hasilnya bisa mencapai lima kali lipat dibandingkan daerah-daerah yang lain.

“Informasinya, provinsi lain hanya mampu menghasilkan 22-23 perhektar. Artinya lima kali lipat dari hasil panen dilokasi kita ini (Ogan Ilir –red),” imbuhnya.

Kata Wawan, saat ini dipasaran ubi dijual seharga Rp 500 per kilogram. “Coba kalikan saja, 121 ton dikali Rp 500 rupiah, sekitar Rp 60 juta lebih. Sedangkan biaya tanam dan perawatan tidak seberapa. Yang pasti, usaha tanam ubi batuo ini sangat menjanjikan, dan bisa membuat petani kita sejahtera,” tuturnya semangat.

Sementara itu, Direktur Budidaya Aneka Kacang dan Umbi, Maman Suherman mengakui, hasil panen ubi perdana yang dilakukan pihak perorangan ini sangat luar biasa.

“Ini sebuah terobosan baru untuk mengembangkan petani agar menanam ubi. Dari data yang ada, secara nasional, petani ubi baru mampu menghasilkan 22-23 ton perhektar. Tentunya, dengan hasil panen 121 ton perhektar ini sangat luar biasa,” ujarnya saraya mengaku, ini adalah potensi yang besar.

Lanjutnya, bahan pokok berupa ubi ini masih menjadi primadona dan dicari. “Yang pasti untuk pembuatan industri tepung tapioka, makanan ternak juga, dan banyak lainnya yang tentunya ubi kayu ini sangat membantu energi,” imbuhnya.

Pihaknya menilai dengan hasil yang sangat luar biasa ini juga tentunya tidak terlepas dari perawatan dan penanaman yang baik. “Bibitnya bagus, cara tanamnya mantap, pupuk yang digunakan sangat baik, seperti pupuk organik, dan pupuk pupuk kandang,” tuturnya.

Teks/Foto : Junaedi Abdillah
Editor:Rinaldi Syahril





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com