Bersih-bersih di 101 Titik Pantau

 240 total views,  2 views today

adipura

PAGARALAM, KS-Penilaian tahap (P1) Adipura tahun 2013-2014 yang dilaksanakan Kementerian Lingkungan Hidup melalui Pusat Pengelolaan Ekorigion (PPE), sejak 22 hingga 23 November, Pemerintah Kota Pagaralam, giatkan pembersihan di 101 titik pantau se-Kota Pagaralam.

Kegiatan ini dilakukan dengan melibatkan seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Kepala Sekolah, Kepala Puskesmas, BUMN/BUMD berikut memberdayakan peran serta masyarakat dalam pengelolaan persampahan yang didasarkan pada kebutuhan terhadap kondisi lingkungan.

Adapun langkah-langkah yang dilakukan memasuki penilaian tahap satu ini, diantaranya memelihara dan mengiatkan kebersihan lingkungan gedung-gedung kantor, rumah sakit, puskesmas, sekolah, pasar, terminal, drainase, sungai, kolam, pepohonan, rerumputan, tepi jalan maupun kamar mandi/wc, taman dan pagar.

“Mengubah kebiasaan sikap dan prilaku terhadap kebersihan, memang tak segampang membalikan telapak tangan. Meski begitu, kebiasaan terhadap kebersihan hendaknya tidak lagi menjadi keharusan atau kewajiban, tetapi lebih didasarkan kepada nilai-nilai kebutuhan,” kata Kepala Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Kota Pagaralam, Drs Hermawan MM didampingi Kabid Pemulihan dan Kebersihan, Apriana SE saat melakukan pemantauan disejumlah titik pantau, Jumat (22/11).

Ia berujar, kegiatan ini lebih menitikberatkan pada pemberdayaan peran serta masyarakat terhadap pengelolaan sampah harus dilakukan secara efektif dan efesien secara bersinambungan dengan melibatkan berbagai unsur terkait. Sementara kriteria yang perlu diperhatikan dalam membina dan menumbuhkan peranan masyarakat secara terarah tentunya dibutuhkan program yang dilaksanakan secara intensif dan berorientasi kepada penyebarluasan pengetahuan maupun penanaman kesadaran. Sehingga hal itu secara perlahan diyakini dapat mengugah pikiran dan sikap maupun pembentukan prilaku.

“Peran serta masyarakat bersama pemerintah merupakan jalur alternatif yang dapat dipergunakan dalam upaya penanggulangan persampahan. Sehingga tercipta dan terbinahlah suatu masyarakat dinamis yang mempunyai peran aktif terhadap masalah kebersihan lingkungan,” sebut Hermawan.

Apriana menambahkan bahwa lingkungan hidup merupakan bagian yang mutlak dari kehidupan manusia, mengingat hal itu tak terlepas dari berbagai aspek kehidupan. Manusia mencari makan dan minum maupun memenuhi kebutuhan, ketersediaan atau sumber-sumber yang diberikan oleh lingkungan dan kekayaan alam sebagai sumber pertama dan terpenting bagi pemenuhan berbagai kebutuhan.

“Bila lingkungan hidup yang baik bisa terwujud, tentunya interaksi antar berbagai komponen pun dapat seimbang,” kata Aprianan seraya menambahkan, pada hakekatnya lingkungan hidup bersifat antrophocentris atau dipelihara, dibangun maupun dikelola dengan sebaik-baiknya demi kepentingan dan kelangsungan kehidupan umat manusia.

Terpisah, Wali Kota Pagaralam, Hj Ida Fitriati Basjuni mengatakan, peran serta masyarakat dalam pengelolaan kebersihan lingkungan mempunyai jangkauan luas. Karena tak hanya meliputi peran serta kelompok dan organisai masyarakat saja, berikut termasuk pula meliputi peran serta para individu yang terkena berbagai peraturan dan keputusan administratif.

“Sebetulnya, peran serta setiap orang sebagai anggota masyarakat dalam pengelolaan lingkungan begitu mutlak diperlukan, apabila menginginkan berbagai program bidang pelestarian kemampuan lingkungan yang serasi dan seimbang itu akan berhasil dengan baik,” cetusnya.

Meski demikian, kata Ida, peranan ini tergantung kepada wawasan lingkungan maupun tingkat kesadaran maupun kekuatan dan kemampuan yang memadai dalam penanganan masalah lingkungan hidup.

“Lingkungan dapat mewarnai segala aktifitas kita, mulai dari gaya hidup, cara berprilaku, pola pikir, bahkan kepribadian,” tegasnya.

TEKS:ANTONI STEFEN
EDITOR:RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster