Usaha Warnet Terhimpit Omzet

 1,422 total views,  2 views today

warnet

warnet

PALEMBANG | KS-Minat masyarakat untuk menggunakan layanan internet tanpa batas (unlimited) yang mobile (bergerak) atau bisa diakses melalui telepon seluler dan modem komputer terus meningkat. Tak heran bisnis warung internet (warnet) yang dulu berjaya sekarang mulai tergerus omzetnya.

”Saat ini 88 persen pelanggan telekomunikasi menyukai layanan data dengan pola berlangganan tanpa batas (unlimited) yang bisa diakses dengan berbagai cara, menbuat warnet mulai sepi pengujung,” ujar Ihsan (27) pemilik warnet yang berada di kawasan Jalan Sersan Sani Sekip Ujung Palembang. Kondisi ini berbeda dengan lima tahun lalu dimana masyarakat masih mengandalkan warnet jika ingin mengakses internet.

Tak heran bisnis warnet semakin tenggelam sejak adanya internet yang bisa diakses melalui telepon seluler atau modem komputer. Menurut Ihsan, pengeluaran rata-rata masyarakat untuk layanan internet tanpa batas sebanyak Rp 50 ribu-Rp 100 ribu per bulan.

”Meski ada juga yang di atas Rp 100 ribu,” katanya saat diwawancarai Harian Umum Kabar Sumatera, Kamis (21/11).

Namun lain halnya dengan Adi (38) si pemilik warnet yang berada di kawasan Jalan Perintis Kemerdekaan Boom Baru Palembang mengatakan, walau banyak penguna internet menggunakan telepon ataupun modem, namun usaha warnetnya tetap bisa bertahan hingga sekarang. karena kecanggihan teknologi dalam hal elektronik cyber seperti keberadaan handphone smart belum mampu mengalahkan kecanggihan komputer atau PC.

“Di saat jaman era digital ini mainan game lebih dominan menggunakan komputer dari pada HP, iPad atau tablet, hal inilah yang membuat warnet di tempatnya selalu ramai oleh pengujung,” cetus Adi.

Ia berkata, rata-rata pelanggannya menggunakan fasilitas game online sebanyak 80 persen. Karena penggila game online dapat bermain dengan mengelink ke tingkat dunia. Artinya pemain dapat terhubung dengan permainan tersebut dalam satu permainan diseluruh dunia ini. Baik itu lokal dalam negeri maupun luar negeri.

“Koneksitas ini yang membuat pelanggan mampu berjam-jam bermain game online di warnet,” katanya.

Warnet yang menggunakan PC atau komputer memiliki tingkat grafik atau gambar lebih tinggi dibanding HP, iPad, atau tablet. Gambar yang dihasilkan mampu bergerak atau 3 dimensi. Hal inilah yang bisa membuat para penggila game online untuk terus datang kewarnet dan memenuhi warnet.

Adi mengakui, usaha warnet yang dirintisnya ini, mampu menghasilkan Rp 250 ribu hingga Rp 500 ribu per hari.

TEKS AMINUDDIN

EDITOR:RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster