Tokoh Tanjung Enim Study Banding Ke PALI

 859 total views,  2 views today

Tokoh Tanjung Enim Study Banding Ke PALI

Tokoh Tanjung Enim Study Banding Ke PALI

PALI | KS – Ingin belajar banyak dari pengalaman memperjuangkan PALI menjadi kabupaten, lima tokoh masyarakat Tanjung Enim dan Semendo secara khusus datang Kabupaten PALI, Kamis (21/11).

Kelima tokoh itu diantaranya H Hamzah Fansuri SE MM, Nindriantoro Sukadis, Jumiati Jufri, Parlaungan Harahap dan Annisa Salamun. Mereka ini, di Tanjung Enim lebih dikenal sebagai aktivis yang kerap memperjuangkan hak-hak masyarakat. Bahkan tidak jarang mereka memimpin aksi massa untuk melakukan aksi demontrasi.

Meski demikian, kedatangannya ke Kabupaten PALI bukan dalam rangka aksi demontrasi, emlainkan untuk bertemu beberapa tokoh PALI yang mereka anggap sukses memperjuangkan PALI sebagai kabupaten.

Tokoh PALI yang menerima kunjungan itu antara lain mantan Ketua Forum Masyarakat Pali Bersatu, Zulyardi Sofjan SH MH, mantan Ketua Pansus Pemekaran PALI, Drs Soemarjono, mantan anggota Pansus, Edi Rahmadi, H Sahlan, (tokoh) dan Hayat (tokoh). Pertemuan digelar di ruang rapat Perusda PT Pali Anugerah Corporation depan SMAN 2 Unggulan.

“Kita ingin belajar, bagaimana PALI berjuang memekarkan diri. Apa saja yang diperlukan sehingga PALI sampai berhasil,” kata H Hamzah Fansuri SE MM yang bertindak sebagai juru bicara.

Baginya, kunjungan ini sangat penting mengingat mereka sedang mewacanakan memisahkan diri dari Kabupaten Muara Enim. “Kita ingin seperti PALI, menjadi kabupaten sendiri yang mandiri. Mengurus diri sendiri sehingga tidak lagi merasa diabaikan,” tegas Hamzah.

Sebagai tahap awal, sambung Hamzah, pihaknya sudah melakukan road show ke pelosok-pelosok desa. Hasilnya, masyarakat ditataran bawah merespon positif. Bahkan semangat masyarakat bawah lebih tinggi lagi.

Untuk itu mereka mempersiapkan lima kecamatan untuk digabung menjadi satu kabupaten sendiri. Kelima kecamatan itu adalah Kecamatan Lawang Kidul, Tanjung Agung, Semendo Darat Ulu, Semendo Darat Tengah Semendo Darat Laut. Kelima kecamatan ini dalam pemilu 2014 termasuk dalam Daerah Pemilihan (dapil) 5.

Hamzah optimis kabupaten yang akan terbentuk nanti akan memiliki potensi sama seperti PALI. Semua orang tahu, Tanjung Enim merupakan daerah penghasil batubara terbesar. Belum lagi cadangan panas bumi yang konon merupakan cadangan geothermal terbesar didunia. “Dengan potensi yang ada ini, kami sangat yakin mampu menjadi kabupaten yang mandiri,” tegasnya.

Jumiati Jufri, tokoh lainnya yang hadir menyatakan, pemerataan pembangunan menjadi alasan utama sehingga semangat untuk memekarkan diri. “Tanjung Enim itu penghasil batubara terbesar, tapi kondisinya masih itu-itu saja. Tidak ada perkembangan signifikan. Kami khawatir kalau batubara habis, Tanjung Enim akan jadi kota mati. Kami juga ingin memekarkan diri,” kata Jumiati.

Disinggung nama kabupaten yang akan didirikan, Nindriartono Sukadis menyatakan mereka belum memutuskan apa nama kabupaten tersebut. “Saat ini kami masih mewacanakan di masyarakat. Nanti setelah seluruh elemen masyarakat dikumpulkan, baru akan dicari nama yang tepat. Yang jelas nama itu lahir dari keinginan masyarakat bawah,” kata Nindri.

Dalam pertemuan itu, Zulyardi, Soemarjono dan Edi Rahmadi menjelaskan proses pemekaran PALI menjadi kabupaten. Mulai dari proses pembuatan proposal sampai proses persidangan di Komisi III DPR RI sehingga diputuskan di Sidang Paripurna.

Soemarjono menyarankan agar dalam memperjuangkan pemekaran ini, para tokoh diminta tidak menggunakan cara-cara anarkis ataupun istilah-istilah yang dapat memancing permusuhan. “Kalau bisa jangan sampai ada kata-kata terjajah atau sejenisnya. Karena bisa menyinggung perasaan orang lain.berjuanglah secara santun tanpa harus menciptakan musuh,” kata Soemarjono.

Teks/Foto : Indra Setia Haris
Editor : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster