Tiga Pelajar Dibekuk

 248 total views,  2 views today

JERUJI

-Terlibat Kasus Curanmor-

PAGARALAM, KS—Tiga remaja yang masih berstatus pelajar Sekolah Menengan Kejuruan (SMK), di Jarai, Kabupaten Lahat, yakni RD (18), warga Serambi, dan MK (20), warga Desa  Tanjung Menang, Kecamatan Jarai, dan HD (18) warga Desa Talang Tinggi, Kecamatan Jarai, Kabupaten Lahat, dibekuk anggota reskrim Polresta Pagaralam, Rabu (20/11) kemarin, sekitar pukul 11.30 WIB.

Ketiganya dibekuk lantaran terlibat aksi perencanaan perampokan kendaraan bermotor di kawasan wisata Tebat Gheban, Kelurahan Alun Dua, Pagaralam Utara.

Dari tangan keditanya, petugas menyita kunci leter T, empat buah senjata tajam (Sajam), salah satunya keris, dua bungkus papper rokok. Ketiganya kini mendekam di sel atahanan Polsekta Pagaralam untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Informasi yang didapat, penangkapan ketiga tersangka itu berawal saat anggota Reskrim melakukan patroli di kawasan wisata tersebut. Saat itu, aparat yang melintas memergoki ketiga pelaku sedang duduk-duduk hendak menunggu korbannya.

Karena curiga dengan gerak-gerik pelaku, aparat langsung mengintai lalu memergoki aksi mereka. Tanpa membuang waktu lagi, anggota yang ada langsung melakukan penggeledahan dan berhasil menemukan barang bukti (BB) yang diduga untuk melancarkan aksi kejahatan. Barang bukti berhasil disita, seperti kunci T, 4 bilah senjata tajam (Sajam) salah satunya keris, dua bungkus papper rokok.

Kapolresta Pagaralam AKBP Saut P Sinaga SIK MSi melalui Kasatreskrim AKP Indarmawan SH didampingi Kasubag Humas Iptu JK Nababan membenarkan hal itu. Ia mengatakan, pihaknya telah mengamankan tiga pelaku yang diduga kuat akan melakukan aksi perampokan di kawasan Tebat Gebhan.

“Ketiga pelaku ini diduga telah melakukan aksi perampasan motor. Sementara korbannya seorang perempuan dengan TKP di Cawang Baru, Kecamatan Dempo Utara pada Selasa (18/11) lalu. Modus operandi pelaku dengan cara menyerempet korban, lalu menendang maupun memukul korban dengan kayu hingga terjatuh dari motor. Setelah terjatuh, korban diancam dengan sajam lalu motor dibawah kabur pelaku,” kata Indarmawan seraya menjelaskan sejauh ini kasusnya masih tengah dilakukan pengembangan, mengingat aksi kejahatan motor  akhir-akhir ini kerap terjadi di wilayah hukum Polres Pagaralam.

Aksi ketiga pelaku, sambung JK Nababan, diduga telah beberapa kali melakukan aksinya mengingat sejauh ini sudah ada korban yang melapor meskipun mereka menyangkalnya.

“Akibat perbuatannya, ketiga pelaku diancam hukuman dengan Undang-undang Darurat nomor 15 tahun 1959 dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara,” kata Nababan.

Sementara itu, pengakuan tersangka Redo bahwa kunci T yang ada ia dapatkan dari rekannya warga Pagar Jaya sekitar dua minggu lalu. “Saat itu kami sedang nongkrong Pak, tiba-tiba datangla mobil Silver dan mereka langsung menggeledah kami. Udem itu kami dibawa masuk mobil, karena kami ketahuan bawa sajam di pinggang,” aku Redo di hadapan penyidik.

Sedangkan Hadi pelaku lainnya pun mengatakan, bahwa dirinya diajak mereka (Mingki dan Redo).  “Aku baru kali inilah diajak maling motor,” kata Hadi seraya mengatakan bahwa dirinya ketahuan membawa sajam yang diselipkan di pinggang.

Teks : Antoni Stefen

Editor : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster