SDN 3 Talang Ubi Nyaris Rubuh

 485 total views,  2 views today

SDN 3 Talang Ubi

Suasana SDN 3 Talang Ubi

PALI | KS – Gedung Sekolah Dasar Negeri (SDN), 3 yang terletak di saat ini kondisinya sangat memperihatinkan. Padahal sekolah yang dibangun sejak puluhan tahun silam berada di jantung kota Talang Ubi, ibukota Kabupaten PALI.

Mirisnya lagi, selama berdiri, gedung tersebut belum tersentuh oleh pemerintah setempat.

Pantauan Kabar Sumatera, SDN tersebut berada di komplek sekolah dasar, ada dua SD lagi yang berada dalam komplek itu. SDN 1 dan SDN 13 Talang Ubi.

Dari dua gedung yang dimiliki, satu gedung kondisinya sangat memprihatinkan. Beberapa bagian dindingnya retak, membuat garis vertikal dari lantai sampai plafon.

Lantainya semen yang sudah berlubang disana-sini. Bagian belakangnya masih berupa anyaman kawat yang diapit beberapa kayu yang kondisinya sudah melapuk. Plafonnya sudah tidak ada sama sekali, beberapa lubang diatapnya menimbulkan sinar terang, seperti bintang dimalam hari.

“Kalau hujan bocor pak, anak-anak kami suruh bergeser. Kadang buku mereka sampai basah,” tutur Karti, salah seorang guru kepada Kabar Sumatera, Kamis (21/11).

Karti yang sudah mengajar di sekolah ini sejak 1982 mengaku sejak ia mengajar, gedung itu belum pernah tersentuh renovasi sama sekali. “Sekolah ini dibangun sejak 1979. Dan sampai sekarang kondisinya masih asli. Kalaupun diperbaiki paling pakai dana BOS yang tidak seberapo” jelasnya.

Pernyataan Karti ini diamini oleh Suzanna SPd, kepala sekolah. Menurut dia, usulan untuk perbaikan sudah berpuluh kali diajukan. Tapi tetap saja tidak ada tanggapan.

Menurutnya, perbaikan selalu diajukan setiap tahun, namun hingga saat ini belum terealisasi. “Bayangkan saja, saya disini sudah tujuh tahun, dan ada enam kepala sekolah yang bertugas disini sebelum saya. Selalu kami ajukan usulan tapi adek lihat sendiri. Tiga tahun berturut-turut sekolah ini mendapat prioritas nomor satu oleh Kabid Sarpras (kepala bidang sarana prasarana -red), di Dinas Pendidikan untuk diperbaiki. Tapi anehnya, pas dibangun sekolah lain. Bingung juga,” paparnya.

Untuk anggaran tahun 2014, Suzana kembali mengajukan usulan. Kali ini ke Pemkab PALI. “Mudah-mudahan terealisasi. Tapi tak tahulah,” ujar Suzana setengah putus asa.

Suzanna menambahkan, dua gedung yang ada sekolah tersebut sebenarnya kondisinya parah semua. Ruang guru yang menyatu dengan meja kepala sekolah itupun sama dengan ruang kelas. Berhias retakan-retakan yang memanjang. “Cuma dipoles cat, sehingga tidak terlihat kusam,” sambungnya.

Sementara itu, Kepala UPTD, Disdikbudpora, Kecamatan Talang Ubi, Sulistyo Murni SPd MM, juga mengakui kondisi ini. Perempuan yang akrab dipanggil Lis ini juga mengaku heran, sekolah yang sudah nyaris ambruk tidak pernah mendapat pembenahan.

“Kita juga beberapa kali mengusulkan. Kita bantu sekolah itu agar diperbaiki melalui dinas. Tapi saat pembangunannya yaa. Yang dapat justru sekolah lain,” katanya.

Dengan sudah terbentuknya PALI menjadi sebuah kabupaten, Lis yakin beberapa sekolah rusak yang ada diwilayahnya akan diperbaiki secepatnya.

“Kita optimis kok mas. Luas wilayah PALI kan tidak terlalu luas. Kita yakin bakal ada perubahan. Apalagi bapak Bupati lebih perhatian dengan sarana pendidikan,” tutupnya.

Teks/Foto : Indra Setia Haris
Editor : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster