Masyarakat Sumsel Dihimbau tak Emosional

 292 total views,  2 views today

Panglima Kodam (Pangdam) II Sriwijaya, Mayjen TNI Bambang Budi Waluyo

Panglima Kodam (Pangdam) II Sriwijaya, Mayjen TNI Bambang Budi Waluyo


*Tanggapi Kasus Penyadapan Australia

PALEMBANG, KS-Kasus penyadapan, yang dilakukan intelejen Australia Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan sejumlah pejabat tinggi di Indonesia, membuat hubungan antara Indonesia dengan Australia memanas.

Pemerintah Australia, telah sekali lagi menolak untuk meminta maaf atas kasus tersebut. Presiden SBY, langsung meresponnya dengan menunda sejumlah kerjasama dan menurunkan derajat hubungan diplomatik, dengan pemerintah negeri Kangguru tersebut.

Menyusul memanasnya hubungan tersebut, Panglima Kodam (Pangdam) II Sriwijaya, Mayjen TNI Bambang Budi Waluyo, menghimbau masyarakat Sumsel untuk tidak terpancing emosi dan tetap tenang.

Ia meminta, tidak ada aksi-aksi berlebihan terutama terhadap warga negara Australia. Ia meminta, masyarakat menyikapi persoalan ini, dengan cara-cara yang cerdas bukan emosional.

“Jangan terlalu emosi dengan orang asing, yang berada di Indonesia. Karena apa yang kita lakukan kalau dengan cara emosi, kedepannya juga akan merugikan kita dan bangsa kita sendiri. Oleh karena itu, jika ada warga negara asing (WNA) di Sumsel, tetaplah bekerjasama dengan baik. Sebab mereka tidak melakukan kesalahan. WNA disini, juga ikut membantu meningkatkan pembangunan kita, jadi sikapilah dengan baik dan tidak emosi berlebihan,” himbaunya.

Bambang menerangkan, akibat penyadapan itu, Presiden SBY sudah mengintruksikan menghentikan kerjasama dengan Australia. Salah satunya sebut Bambang, adalah latihan militer gabungan dengan Australia.

“Tindakan penyadapan yang diberitakan, dilakukan terhadap presiden setidaknya sejak Agustus tahun 2009. Bukan hanya presiden saja, yang disadap pembicaraan teleponnya, melainkan juga keluarga kepresidenan, wapres dan pejabat lainnya. Ini adalah tindakan yang tidak bersahabat,” tegas Bambang.

Tambahnya lagi, Panglima TNI juga telah meneruskan apa yang diperintahkan oleh Presiden SBY, untuk menghentikan kegiatan latihan sementara dan menarik seluruh personil yang ada di Australia kembali ke Indonesia. “Dalam latihan militer dengan Australia, ada juga prajurit dari Kodam II Sriwijaya. Mereka juga, sudah ditarik untuk kembali ke tanah air,” tukasnya.

Teks : Imam Mahfudz Ali
Editor : Dicky Wahyudi





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster