“Harusnya Upah Saya Bukan Rp 800 Ribu”

6 total views, 3 views today

Operator E-KTP

Operator E-KTP

# Insentif Operator e-KTP Dibayarkan

KAYUAGUNG I KS-Sekian lama menanti kapan kepastian pembayaran honor sebagai operator e-KTP, akhirnya YN (30) bersama rekan seprofesinya, menerima haknya dari hasil kerja keras sebagai operator e-KTP di kantor kecamatan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Namun yang menjadi penyesalan buat YN, nilai honor yang didapatnya tidak sebanding dengan hasil kerjanya selama ini. Bagaimana tidak, dia hanya menerima Rp 800.000.

Kata YN kepada Harian Umum Kabar Sumatera, Kamis (21/11), seharusnya jumlah uang yang dia terima lebih dari angka Rp 800 ribu. Soalnya, sesuai dengan aturan yang ditetapkan, baik SK dari Kabupaten OKI maupun pusat, menyatakan untuk setiap kali meyalani perekaman per satu orang, dia mendapatkan upah Rp150 yang pembayarannya dilakukan Pemerintah Kabupaten OKI, melalui Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, sementara dari pusat setiap kali melayani perekaman, dia mendapatkan upah Rp350 per orang. Dari sekian lama bekerja, bapak tiga anak ini mengaku melayani sebanyak 3.615 orang.

“Kalau dikalkulasikan dengan upah saya untuk di kabupaten sebesar Rp 150. Nah, seharusnya saya mendapat Rp 5.42.250, belum ditambah upah yang bersumber APBN sebanyak Rp 350.000 per orang setiap rekam data. Dengan kalkulasi sebanyak Rp 350 dikali 3.615 sebesar Rp 1.265.250, tapi nyatanya dari seluruhnya hanya dibayar Rp 800 ribu kemana hati nurani mereka,” keluh YN sedih.

YN pun berujar,  honor  yang dibayarkan tersebut, parahnya lagi tidak dihitung dari bulan Januari 2013, melainkan dihitung dari Juni hingga November, sementara untuk Januari kata dia tidak ada penjelasan dari pihak Disdukcapil.

“Sedangkan tahun 2012 lalu, gaji kami yang bersumber dari APBD OKI sebesar Rp 750.000 per bulan. Juga ditilap tiga bulan,” terangnya.

Ungkap YN, sebenarnya melihat kondisi demikian, dia sempat tidak mau menerima honor yang tidak sesuai tersebut, namun lantaran hampir seluruh rekan seprofesinya memutuskan untuk pasrah menerimanya. Akhirnya YN pun ikut juga, mengingat kondisi keuangan di rumahnya lagi mendesak.

”Sebenarnya saat itu saya tidak mau menerima, tapi lantaran saya sendirian yang tidak ambil, akhirnya saya terpaksa ambil, karena mereka tidak kompak,” ungkapnya.

Adapun yang membuat YN curiga dan bertanya-tanya adalah saat pencairan SPJ yang ditandatangani tidak ada namanya. Melainkan pihak Disdukcapil langsung menyuruh tandatangan sebagai bukti pembayaran honor.

”Biasanya seperti sebelumnya, kalau mau pencairan ada nama saya yang akan ditandatangani, tapi sekarang cuma kertas kosong saja,” cetusnya.

Secara terpisah, Antonius Leonardo  Kepala Disdikcapil OKI melalui Kabid KTP, Abunaim, saat dikonfirmasi mengenai permasalahan ini,  mengatakan pihaknya telah membayarkan honor para operator e-KTP sesuai dengan jumlah yang harus mereka terima, tanpa ada potongan sedikitpun. Untuk operator e-KTP disetiap kecamatan terdiri dari empat orang dengan tugas dan fungsi yang berbeda.

Sekcam bertindak sebagai ketua operator perekaman menerima honor Rp 150 per orang yang merekam data, koordinator perekaman Rp175 per orang, entri data Rp 200, sidik jari Rp 150, dan juru foto Rp150, adapun honor yang dibayarkan kata dia, sesuai dengan hasil rekam yang didapat dari operator selama bekerja.

”Jadi kita bayarkan sesuai dengan hasil kerjanya,” kakanya singkat.

Lantas, kenapa dibayarkan dari Juli  2013? Ia menjawab, karena SK kebijakan tentang adanya upah Rp 150 itu keluarnya terhitung 1 Juli hingga 31 Oktober 2013. Program ini merupakan program dari Kepala Dinas yang baru, karena sebelumnya tidak ada kebijakan dari kepala dinas yang lama.

“Ini saja kebijakan dari Pak Antonius yang mengusulkannya. Sementara kalau masalah honor di luar itu, saya tidak tahu. Apalagi kami dengan pak Anonius baru menjabat tiga bulan di sini. Kami tidak tahu persoalan sebelum kami menjabat,” kilahnya.

TEKS:DONO AFRIANSYAH

EDITOR:RINALDI SYAHRIL

 





Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com