Wali Murid Pertanyakan Dana Bos

bos

PALEMBANG KS-Berdasarkan Data Penelitian Bank Dunia, sebagian besar orangtua siswa pernah mendengar adanya program BOS. Namun, masih sangat sedikit orangtua yang tahu informasi lebih rinci tentang BOS, terutama menyangkut jumlah dana BOS per siswa serta penggunaannya.

Seperti yang dilansir Okezon Penelitian Bank Dunia itu dilakukan terhadap 3.600 orangtua siswa dari 720 sekolah di sejumlah wilayah di Tanah Air. Hasilnya, 71,16 persen orangtua siswa tidak mengetahui laporan BOS dan 92,65 persen tidak melihat papan pengumuman sekolah tentang penggunaan BOS. Selain itu, 89,58 persen orangtua siswa tidak berpartisipasi dalam perencanaan BOS.

Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang diberikan Pemerintah Pusat ke sekolah se-Indonesia per triwulan ini, menuai banyak pertanyaan dari wali murid terkait transparasi anggaran khususnya di Kota Palembang.

Yeni (32) misalnya, Warga Rawa Jaya Kelurahan Pahlawan Kecamatan Kemuning mengutarakan, dirinya ingin sekali mengetahui kegunaan dana bos tersebut. “Sayangnya, pihak sekolah tidak memberikan informasi mengenai dana tersebut, kami sebagai wali murid tidak bermaksud apa-apa, cuma sekedar ingin tahu,” katanya, kemarin (20/11).

Menurutnya, selama ini, pihak sekolah tidak pernah mengumumkan laporan mengenai transparasi anggaran. “Tiap pagi saya mengantar anak saya, di lingkungan sekolah tidak ada semacam pengumuman mengenai dana BOS,” ujarnya.

Terpisah, Syafri (35) Warga Kertapati mengutarakan, pihak sekolah semestinya harus memberikan informasi mengenai pengelolaan dana BOS.

“Semestinya begitu, untuk menghindari buruk sangka, itu kan dana dari rakyat, melalui pajak dan yang lainnya. disalurkanlah ke pemerintah, dan dikembalikan lagi ke daerah untuk dana pendidikan,” terangnya.

Syafri yang saat ini menyekolahkan anak perempuannya disalah satu sekolah Menegah Pertama (SMP) Negeri Palembang ini menilai, pihak sekolah terkesan tertutup mengenai anggaran dana BOS. “Besar kemungkinan terjadi indikasi korupsi,”katanya.

Pantuan Kabar Sumatera beberapa minggu terakhir, sejumlah sekolah, baik SD,SMP,dan SMA. Mayoritas tidak mengumumkan transparansi anggaran. Kabar Sumatera mencoba mendatangi salah satu Sekolah Menegah Pertama (SMP) Negeri yang ada di Palembang, saat dimintai konfirmasi mengenai hal tersebut, Kepala Sekolah tersebut berkilah menurutnya, transparasi mengenai anggaran kepada wali murid sudah diwakilkan dengan adanya komite wali murid.

“Itukan sudah kita ajak, ada komite wali murid yang menjadi perwakilan, kita ajak rapat dan berdiskusi mengenai pengunaan dana BOS,” ujar Kepsek yang tak ingin di ekspos namanya, seraya mengatakan bahwa pihaknya sudah transparasi terhadap wali murid.

Ditanyai mengapa tidak dibuat papan pengumuman?. Kepsek tersebut berkilah, menurutnya, komite wali murid sudah terwakilkan.

“Kan sudah ada yang mewakili, dan pihak komite wali murid akan mensosialisasikannya dengan wali murid lainnya,” tukasnya.

Sebagai informasi, transparasi dana BOS sudah diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 51/2011, yang menyebut, seluruh sekolah wajib memasang pengumuman pemanfaatan dana BOS.

TEKS : RIDIANSYAH
EDITOR : ROMI MARADONA




Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com