Tuntaskan Duri AIDS di Lokalisasi

 264 total views,  2 views today

TIM VCT HIV-AIDS lakukan pemeriksaan darah terhadap warga binaan Lembaga Pemasyarakat Sidorejo Lubuklinggau beberapa waktu lalu. Tim terdiri dari DInkes Lubuklingga, Laboratorium VC

TIM VCT HIV-AIDS lakukan pemeriksaan darah terhadap warga binaan Lembaga Pemasyarakat Sidorejo Lubuklinggau beberapa waktu lalu. Tim terdiri dari DInkes Lubuklingga, Laboratorium VC

LUBUKLINGGAU | KS-Penyakit HIV/AIDS merupakan penyakit berbahaya yang dapat menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. Penyebabnya? Serupa infeksi bakteri, virus, dan parasit yang biasanya dikendalikan kekebalan tubuh. Kini, Dinas Kesehatan Lubuklinggau berupaya menuntaskan kasus AIDS di kawasan lokalisasi.

Pada umumnya, infeksi oportunistik didapati penderita AIDS. Penyakit ini bahkan memengaruhi hampir semua organ tubuh. Penderita AIDS juga berisiko lebih besar menderita kanker seperti sarkoma kaposi, kanker leher rahim, dan kanker sistem kekebalan yang disebut limfoma.

“Guna memberantas penyebaran mata rantai penyakit HIV/AIDS, maka perlu adanya pemeriksaan indentifikasi terhadap penyakit tersebut. Disamping peran penting pemerintah, diharapkan masyarakat juga turut andil dalam menekan penyebaran penyakit yang sangat berbahaya ini,” demikian ungkap S Parman Ketua LSM IKPI kepada Harian Umum Kabar Sumatera di Kayuara, Lubuklinggau Barat I, Rabu (20/11).

Kata Parman, LSM IKPI adalah wadah organisasi yang selama ini aktif di kegiatan bersosialisasi tentang bahaya penyakit HIV/AIDS serta melakukan pemeriksaan darah bersama Dinas Kesehatan dan Laboratorium RS ‘Aisyah Lubuklinggau. Menurutnya, ia bersama rekan-rekan selalu berupaya untuk menekan penyebaran dan pemeriksaan terhadap penyakit HIV/AIDS.

“Kita bersama Dinkes dan Laboratorium RS ‘Aisyah Lubuklinggau secara periodik atau setidaknya dalam masa tiga bulan sekali melakukan pemeriksaan darah terutama di Lokalisasi, Lapas Sidorejo dan Lapas Narkoba Muara Beliti serta beberapa tempat yang lain,” ungkap Parman.

Adapun sasaran pemeriksaan yang dilakukan terhadap kelompok Risiko Tinggi (RISTI) terkena HIV/AIDS terutama Wanita Pekerja Seks (WPS), waria dan Narapidana. Terhadap RISTI ini betul-betul kita perhatikan dan ditambah dengan konseling dalam upaya menekan dan memberantas penyebaran HIV/AIDS.

“Syukurnya pada 2013 ini, dari hasil pemeriksaan belum kami temukan kelompok RISTI yang tertular penyakit HIV/AIDS. Penularan penyakit ini dapat melalui hubungan sex bebas dan berganti-ganti pasangan, kemudian jarum suntik bagi pecandu narkoba, transfusi darah serta adanya kontak terhadap cairan tubuh kepada penderita HIV/AIDS,” terangnya.

Agar terhindar dari penyakit tersebut mestinya, lanjut Parman, setiap pasangan hidup tidak barganti-ganti pasangan atau dengan kata lain tetap setia kepada istri atau pakai pengaman seperti kondom. Hindari jarum suntik yang sudah dipakai orang lain dan lebih teliti saat transfusi darah.

“Bersentuhan atau kontak kulit tidak terjadi penularan, tetapi bila kontak cairan tubuh antara penderita dan orang lain, maka hal tersebut dapat menular,” ucapnya.

Ia berkata, untuk penularan yang lain dapat juga kepada bayi dalam kandungan bagi ibu yang menderita HIV/AIDS. Menurut para ahli penularan penyakit ini terhadap bayi setidaknya mencapai 35 persen. Risiko tertular semasa hamil terhadap bayi berkisar 7 persen, ketika persalinan/pendarahan 15 persen, dan melalui ASI 13 persen.

Penularan semasa hamil dapat dihindari bila si ibu yang mengidap penyakit ini dengan obat Antiretroviral (ARV), kemudian penanggulangan ketika persalinan/pendarahan dengan teknik yang benar agar terhindar penularan atau yang paling aman dengan cara operasi Caesar.

“Si Ibu yang mengidap penyakit tidak memberikan ASI kepada bayinya, karena penularan dapat lebih cepat dengan pemberian ASI kepada bayi,” cetusnya.

Parman juga menghimbau kepada masyarakat bila merasa terkena gejala penyakit ini dapat segera memeriksakan diri pada klinik Voluntary Counseling and Testing (VST) yang ada baik di RS Shobirin maupun RS ‘Aisyah dengan pemeriksaan gratis tanpa biaya.

Teks : Faisol
Editor : Rinaldi Syahril





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster