Sensasi Program Emisi Karbon

 232 total views,  2 views today

Ilst. emisi

Ilst. emisi

PAGARALAM, KS-Efek rumah kaca (green house effect) yang menjadi target penurunan emisi karbon telah diumumkan Presiden, karena sudah menjadi isu nasional. Demikian dikemukakan Sekretaris Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, Zulfikar, saat berkoordinasi dengan Dishutbun Kota Pagaralam, Rabu (20/11).

Kata Zulfikar, efek rumah kaca sudah ditargetkan penurunan emisi karbon diumumkan Presiden, hingga menjadi isu nasional. “Semoga hingga tahun 2020 mendatang, efek rumah kaca tersebut turun 26 persen,” katanya.

Penurunan emisi karbon, kata dia, mesti menjadi kepedulian bersama, karena lebih 65 persen dianggarkan untuk upaya mengantisipasinya. Kendati begitu, dalam penerapannya belum bisa dipertanggungjawabkan kepada masyarakat. Sebenarnya sejak 2010 sampai akhir 2020 nanti sudah dimulai target penurunan emisi tersebut. Namun realisasinya justru baru dimulai 2012 lalu.

“Sejauh ini kami terpaksa menghitung mundur dua tahun sebelum 2012 itu,” sebutnya.

Lebih jauh ia menambahkan, apa yang dilaksanakan sejak 2010 lalu, tentunya sudah harus dibuat laporan kinerjanya dengan berkoordinasi kepada seluruh Kabupaten/Kota di Sumsel.

Terpisah, Assisten III Setdako Pagaralam, Drs Herlan MM menegaskan, sebagai daerah tertinggi di Sumsel, Pagaralam dapat dikatakan adalah payung bagi daerah lain. Sebagai konsekuensinya, kata dia, masyarakat di Bumi Besemah ini mesti menjaga lingkungan itu termasuk menjaga hutan lindung maupun daerah aliran sungai (DAS) dan lainnya.

“Material batu di hilir sungai Lematang kerap kali dieksploitasi, sehingga batu di daerah hulu sungai seperti di Pagaralam ini hanyut terbawa arus. Akhirnya hal itu berdampak pada ekosistem dan keseimbangan pun terganggu,” kata Herlan.

Lebih lanjut ia mengatakan, untuk Pagaralam, sejak 2003 lalu sudah menggiatkan penanaman pohon dengan melibatkan seluruh elemen yang ada. Apalagi piala Adipura sudah diperoleh tiga kali.

“Semoga tahun ini (2013-red) penghargaan bidang lingkungan hidup tersebut dapat diraih kembali untuk keempat kalinya,” harapnya.

Sementara itu, Kadishutbun, Imam Pasli SSTP melalui Kabid Inventarisasi Hutan, Topanzar Napoleon SE mengatakan, sejauh ini pihaknya tengah melakukan koordinasi dengan kabupaten tetangga guna mempertahankan ekosistem dan menjaga emisi.

“Sejauh ini kondisi hutan Pagaralam terus mengalami penyusutan sekitar 93 hektar pertahunnya,” kata dia.

Menurut salah satu pemerhati lingkungan, Jefriadi yang hadir turut hadir dalam koordinasi itu mengatakan, agar pihak Dishutbun tidak sekadar koordinasi dan selalu membuat rencana-rencana saja.

“Semua itu mesti ada aksi nyata dalam merealisasikan beragam program menyelamatkan karbon yang semakin terkikis akibat maraknya penyalahgunaan lahan hutan sebagai salah satunya,” kata Jefriadi singkat.

Zulfikar menanggapi hal itu dan menyatakan agar LSM bidang lingkungan dapat bersama-sama ikut terlibat.

“Kita dapat melaksanakan secara bersama-sama,” ajaknya.

TEKS:ANTONI STEFEN
EDITOR:RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster